Alasan Jokowi Membebaskan Abu Bakar Baasyir

0
796

BincangSyariah.Com – Pemimpin spiritual kelompok teroris yang bertanggung jawab atas Bom Bali, Abu Bakar Ba’asyir, akan bebas bersyarat dalam beberapa hari setelah menjalani 9 tahun penjara karena mendirikan sebuah kamp pelatihan paramiliter di Aceh.

Pembebasan tersebut atas usulan Jokowi sebagaimana disampaikan oleh Yusril Irza Mahendra, Ketua Umum PBB sekaligus kuasa hukum Capres Jokowi-Ma’ruf, ketika mengunjungi Lembaga Pemasyarakaran (LP) Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/19).

“Hari ini saya ingin menyampaikan maksud dari Presiden Jokowi yang ingin membebaskan Abu Bakar Ba’asyir,” katanya setiba di Lapas. Ia memasuki lapas menjelang salat Jumat menggunakan setelan baju koko putih dan peci, sekaligus melaksanakan salat Jumat dan berkhutbah di Lapas Gunungsindur.

Menurut Yusril, Jokowi menyetujui pembebasan Ketua Jamaah Ansharut Tauhid atas dasar rasa kemanusiaan, menimbang di usianya yang telah menginjak 81 tahun, Abu Bakar terlihat sakit-sakitan dan kondisi kesehatannya terus menurun.

Dilansir Tempo.co, Jokowi membebaskan Abu Bakar Ba’asyir setelah melalui beberapa pertimbangan yang dilakukan hingga sampai kepada keputusan ini. “Utamanya alasan kemanusiaan, kan kita tahu Abu Bakar ini sudah sakit sakitan, dan beliau ingin dekat dengan keluarganya,” kata Yusril.

Akan tetapi meski keputusan Jokowi untuk membebaskan Ba’asyir dari penjara dikatakan berdasarkan alasan kemanusiaan. Hal ini menjadi sangat menarik untuk diperhatikan karena terjadi selama masa kampanye Presiden.

Sebelum diputuskan akan bebas beberapa hari lagi, Abu Bakar Ba’asyir awalnya telah divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Baca Juga :  Abu Bakar Baasyir Batal Dibebaskan, Ini Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here