Al-Quran Online Learning Jadi Solusi Mengaji Masa Kini

0
64

BincangSyariah.Com – Transisi pembelajaran dari ruang kelas ke ruang virtual menjadi alternative jalan di masa pandemi. Semua pihak yang terlibat dalam pendidikan seperti guru, murid, orang tua dipaksa belajar cepat menggunakan dan mengelola pembelajaran daring agar materi tetap bisa disampaikan secara efektif dan maksimal.

Tidak sedikit yang mengeluhkan padatnya materi sekolah yang yang butuh pendampingan penuh orang tua. Di sisi lain orang tua jadi tau beban materi serta beratnya mengatur anaknya duduk dan memperhatikan. Ruang virtual diadaptasi dengan cepat dari level usia dini, hingga perkuliahan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, siswa mempertahankan 25-60% lebih banyak materi ketika belajar daring dibandingkan dengan hanya 8-10% di kelas. Namun berbeda dengan anak-anak usia dini. Untuk anak usia dini, lingkungan yang terstruktur sangat diperlukan karena usia dibawah 5 tahun, anak-anak sangat mudah terdistraksi.

Perlu ada kerjasama menyediakan struktur yang mampu mereplikasi kelas offline. Ini merupakan tantangan besar bagi para guru, membuat kegiatan-kegiatan di kelas langsung bisa tetap dilakukan saat kelas online untuk memfasilitasi perkembangan anak usia dini.

Peran guru dalam pendekatan Virtual Class antara lain:

  • Membiarkan anak menuntun guru ke dalam dunianya yang penuh eksplorasi dengan bermain dan belajar;
  • Kerjasama dengan keluarga, karena keluarga adalah aliansi terbesar bagi para guru untuk mendukung perkembangan anak;
  • Inti dari kelas daring ini tetap melanjutkan inti dari pendidikan anak usia dini;
  • Guru harus mampu berinovasi dalam melawan keterbatasan ruang, sehingga harus mampu berkreativitas dan menstimulasi perkembangan anak.

Dalam pembelajaran agama sendiri yang memiliki komposisi Baca tulis Alquran, Hafalan Surah Pendek, Kisah-kisah Islam, Adab dan doa harian, bisa dilakukan secara daring. dengan menyajikan materi di layar gawai. Sama seperti kebiasaan anak-anak melihat games dan video melalui gawai telefon.

Baca Juga :  Tahukah Kamu Kalau Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia Mengalami Beberapa Revisi?

Semestinya ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Para guru hanya sedang mengganti isi tontonan anak-anak yang biasanya video games atau video kartun, berubah menjadi video kisah Islami ataupun games Islami. Materi yang membutuhkan kerjasama orang tua lebih adalah pengamalan praktik ibadah seperti wudlu dan shalat. Biasanya, para guru bisa meminta orang tua untuk mengambil video saat anak wudhu dan shalat, lalu mengirimkannya secara terpisah di luar kelas.

Bagi saya, efektifitas mengajar online itu dipengaruhi oleh usia dan tingkat kefokusan anak. Ada murid saya yang justru saat online lebih fokus saat reading session, apalagi ada games interaktif lainnya. Namun ada juga yang pergi tidak fokus, jadi saya harus memikirkan kegiatan practical life seperti mencuci sepatu, mencuci piring, namun value yang kita ajarkan bisa tetap sampai” ungkap Ayu Setia Maulidina, Guru Regional Bekasi, Alif Iqra.

Online Learning maupun Offline Learning sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya, Namun setiap kelas mampu kita ciptakan kapan saja dan kita harus tetap memiliki tujuan yang sama yaitu apa yang menjadi inti dari pendidikan anak itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here