Hukum Membuat Al-Quran Mini Dijadikan Gantungan Kunci

0
610

BincangSyariah.Com – Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan mengenai Al-Quran mini yang dijadikan gantungan kunci di Sumatra Barat. MUI Sumatra Barat mengeluarkan imbauan dan edaran mengenai larangan menjadikan Al-Quran mini sebagai gantungan kunci. Sebenarnya, bagaimana hukum menjadikan Al-Quran sebagai gantungan kunci?

Al-Quran dalam ukuran kecil atau mini sejak dulu sudah ada. Al-Quran dalam ukuran mini ini di kalangan masyarakat muslim Indonesia lazimnya disebut dengan Al-Quran Istanbul. Mungkin karena yang memproduksi Al-Quran dalam ukuran  mini adalah kota Istanbul, Turki, sehingga kemudian dikenal dengan Al-Quran Istanbul.

Adapun mengenai hukum Al-Quran mini ini, para ulama tetap mengategorikan sebagai Al-Quran sebagaimana dalam ukuran besar. Karena itu, ia tidak boleh dipegang, disentuh dan dibawa kecuali dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar meskipun Al-Quran mini ini dimaksudkan sebagai jimat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyifatus Saja berikut;

فإذا كتب القرآن كله لا يقال له تميمة ولو صغر وإن قصد ذلك فلا عبرة لقصده

Jika Al-Quran ditulis dengan lengkap, maka itu tidak bisa disebut sebagai jimat meskipun bentuknya kecil. Jika dimaksudkan sebagai jimat, maka niatnya tidak dianggap.

Karena status Al-Quran mini sama dengan Al-Quran pada umumnya, maka ia wajib dihormati dan dimuliakan. Ia tidak boleh disentuh dalam keadaan sedang hadas, ia tidak boleh diletakkan di lantai, dan tentunya juga tidak boleh dijadikan sebagai gantungan kunci karena itu menunjukkan istihanah atau pelecehan terhadap Al-Quran.

Di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan untuk mengagungkan syiar-syiar Allah,di antaranya adalah Al-Quran meskipun dalam bentuk mini. Allah berfirman dalam surat al-Hajj ayat 30;

وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللهِ فَهُوَ خَيْرٌ لّهُ عِنْدَ رَبِّهِ

Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu lebih baik baginya di sisi Rabbnya.

Dengan demikian, menjadikan Al-Quran mini atau Al-Quran Istanbul sebagai gantungan kunci mobil, kunci motor, atau untuk aksesoris lainnya tidak diperbolehkan karena akan menghilangkan pengagungan terhadapnya, seperti diletakkan di tempat yang tidak pantas, disimpan di dalam saku dan lainnya.

Baca Juga :  Penting! Muhammadiyah gelar Sidang Tarjih Keagamaan Nasional di Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here