Al-Ghazali dan Redupnya Semangat Nasionalisme

0
451

BincangSyariah.Com – Kita kenal al-Ghazali sebagai ulama yang senantiasa membela negara Seljuk sekaligus negara Abbasiyah secara ideologis dari serangan oposisi. Inilah semangat nasionalisme al-Ghazali yang masih sangat tinggi saat itu.

Kendati demikian semangat ini pada tahap selanjutnya menjadi padam pasca al-Ghazali mulai uzlah dan hidup asketik (mengembara untuk menjalani kesufian), apalagi setelah banyak mendapat inspirasi dari filsafat neo-platonisme dan Hermes yang menganjurkan untuk hidup soliter (berpindah-pindah) dan pesimisme terhadap kehidupan (tidak banyak berharap).

Al-Ghazali seperti yang dituturkan oleh Ahmad as-Syarbashi dalam al-Ghazali wa at-Tashawwuf al-Islami sudah kehilangan semangat jihad akibat dari pengaruh sufisme yang begitu dalam. Sampai-sampai kemudian al-Ghazali tidak menyerukan sama sekali umat Islam untuk berjihad untuk mengalahkan tentara  Salib yang saat itu mewabah ke wilayah-wilayah Islam.

al-Ghazali bahkan sudah tidak bergairah lagi untuk menghadapi kenyataan. Malah karena pengaruh ajaran neo-platonisme ini, al-Ghazali enggan untuk berkecimpung di persoalan-persoalan yang menjerat umat Islam di masa itu.

Ahmad as-Syarbasi dalam bukunya itu menuturkan dengan sangat menarik tentang keengganan al-Ghazali untuk terlibat dalam seruan jihad melawan tentara Salib. Hal demikian seperti yang dapat dilihat dalam kutipan berikut:

نلاحظ أنه في أثناء الشطر الأخير من حياته أقبل وباء الصليبيين على بلاد الإسلام والعروبة حيث اجتاح هذا الوباء البلاد من الشمال إلى الجنوب وحيث قام الصليبيون بألوان بشعة من التقتيل والتحريق والتدمير والسبي والنهب، واحتلوا القدس ووصلت الأخبار المروعة إلى بغداد حيث كان الغزالي، ولكنه فيما نرى لم يتحرز لذلك ولم يثر. وعاش بعد احتلال الصليبيين للقدر سنة 495 هــ أكثر من عشرة أعوام، ومع ذلك لم نره يحض على قتالهم ولم يحرض عليهم. ويزيد هذا المأخذ ثقلا على كاهل الغزالي ما يروي من أن الصوفية الذين دافع عنهم وقفوا موقفا سلبيا من معارك الصليبيين، حيث ظن كثير منهم أن هذه الحروب كانت عقابا من الله تعالى للمسلمين على ذنوبهم ومآثهم.

Baca Juga :  Dua Mata yang Tidak Disentuh Api Neraka

Kita perhatikan di paruh akhir kehidupan al-Ghazali, terjangkit wabah ekspansi tentara Salib terhadap negeri-negeri Muslim dan Arab yang dimulai dari negeri-negeri wilayah utara sampai ke wilayah selatan”.

Para tentara Salib saat itu melakukan aksi-aksi kejam dengan membunuh, membakar, menghancurkan, menawan dan bahkan merampok di wilayah-wilayah Islam. mereka telah menguasai wilayah Palestina dan kabar ini sebenarnya telah sampai ke Baghdad tempat al-Ghazali tinggal.”

Sayangnya, kita lihat al-Ghazali tidak tergerak hatinya untuk merespon peristiwa tersebut dan bahkan terkesan acuh tak acuh. al-Ghazali hidup  bahkan lebih dari sepuluh tahun pasca ekspansi tentara Salib ke negeri-negeri Islam tahun 495 H. bersamaan dengan itu pula tidak ditemukan dalam karya-karyanya yang menyerukan untuk berjihad melawan tentara Kristen tersebut.”

Kondisi ini makin diperparah dengan fenomena kebanyakan para sufi di masa itu yang bersikap acuh tak acuh terhadap persoalan ini (ekspansi tentara Salib). Bahkan parahnya sebagian besar kalangan sufi yang dibela mati-matian oleh al-Ghazali ini menganggap ekspansi tentara Salib ke negeri Muslim tidak lain adalah hukuman dan siksaan yang datang dari Allah atas dosa-dosa kaum muslimin sendiri.”

al-Ghazali pasca terpengaruh filsafat Hermes, filsafat yang tidak terlalu bergairah menghadapi persoalan-persoalan hidup dan bahkan terkesan ingin menjauh darinya, sudah tidak lagi bersemangat seperti dulu ketika beliau menjadi ideolog negara Seljuk di bawah pimpinan Nizham al-Mulk melawan Syiah Isma’iliyyah.

Dengan meminjam istilah saat ini, al-Ghazali bisa dikatakan telah kehilangan semangat nasionalisme untuk membela negara meski hadis hubbul wathon minal iman tertulis secara jelas dalam kitabnya yang terkenal, kitab Ihya Ulumuddin.

Pengaruh ajaran tasawwuf yang pesimistik menyikapi kehidupan dunia terhadap al-Ghazali ini telah menyisakan luka yang begitu dalam bagi pondasi kebudayaan Islam sampai sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here