Aku Menemukan Islam di Jepang

0
755

BincangSyariah.Com – Seorang Tokoh Pembaharu Islam Mesir, Muhammad Abduh pernah berkata; ” Saya pergi ke Barat dan melihat Islam, tetapi tidak ada orang muslim; Saya kembali ke Timur melihat orang muslim tetapi tidak ada Islam”. Ucapan ini merupakan kritik tajam kepada Negara Islam atau mayoritas penduduknya beragama Islam. ketika Penulis sedang berada di Jepang selama 8 hari, menyusuri Kota Tokyo sampai pelosok pedesaan di Tochigi Nikko. Dengan mudah, Penulis menemukan Islam di setiap langkah dan sejauh mata memandang. Jepang yang bukan Negara Islam dan minoritas bagi kalangan Muslim, namun berhasil menampilkan wajah Islami.

Islam hadir di Jepang sebagai penampilan dan citra bagi warganya secara Umum. Jepang mampu menampilkan wajah Islam kepada Dunia secara utuh sebagai karakter Bangsa dan Negara. Lebih dari itu, nilai-nilai keislaman turut menjadi perekat aturan yang harus dijalani di kehidupan negri Sakura tanpa ada pertentangan di antara mereka.

Ketika Islam memiliki role model sebagai ajaran agama yang berwatak santun, bersih suci, damai, sejahtera, dan hal lain yang membuat nyaman maupun tentram warganya. Di Jepang meskipun sedikit dihuni oleh pemeluk agama Islam, namun lebih dulu meraihnya jika dibandingkan dengan Negara Islam lainnya di Asia.

Jepang yang kaya akan aset karya berupa teknologi canggih, mengajarkan banyak hal kepada Negara mayoritas penduduknya Muslim akan nilai-nilai Islam yang ada di dalamnya. Masyarakatnya senantiasa menampilkan yang terbaik dalam hal muamalah, Berikut ajaran Islam yang semestinya harus kita tiru.

Pertama, Suci dan Bersih. ini ciri khas ajaran Islam yang dipraktikkan oleh masyarakat di Jepang. Melihat Hadis Nabi yang berbunyi;

(الطهور شطر الإيمان (رواه مسلم

Baca Juga :  Ini Waktu-Waktu Dilarang Menguburkan Jenazah, Apa Sebabnya?

“kesucian adalah bagian dari Iman”

Sepanjang perjalanan dan pengamatan penulis ketika berada di Jepang, tidak sama sekali menemukan tempat pembuangan sampah atau saluran got. Jangankan dua hal itu, sampah plastik pun tidak berserakan di jalanan. Berbeda dengan kondisi di Negara Indonesia yang dihuni mayoritas penduduknya bergama Islam, namun tidak bisa menjamin kondisi kebersihan dan kesuciannya karena kita bisa menemukan sampah di mana pun kita berpijak.

Kedua, Amanah dan Menepati Janji. Ini merupakan prinsip orang Jepang ketika dirinya memiliki janji kepada seseorang. Mereka sangat amanah dan menghormati janji dengan melaksanakan tugas yang diperintahkan kepadanya dan tepat waktu sesuai hasil kesepakatan perjanjian. Dalam Islam ini adalah hubungan antar manusia yang wajib ditunaikan jika sudah diberikan amanah dan janji. Mengutip hadis Nabi Saw. tentang ciri muslim sejati;

اضمنوا لي لكم الجنة اصدقوا إذا حدثتم وأوفوا إذا وعدتم وأدوا إذا أئتمنتم.

“Berilah jaminan kepadaku, niscaya kalian peroleh surga. Apabila berbicara, bicaralah yang benar, tepatilah apabila kalian berjanji, dan tunaikanlah amanat yang dipercayakan orang kepada kalian”

Dari sini, kita tidak bisa mempermainkan janji dan waktu dengan orang Jepang. Mereka lebih menghargai janji yang telah disepakati. Orang Jepang tidak ingin hubungan baik yang telah dibangun namun harus kandas karna lalai menepati janji. Jika sekali janji itu dikhianati, maka akan menjadi catatan di kemudian hari untuk tidak terjebak di lubang yang sama.

Ketiga, Keamanan. Salah satu ajaran Islam yaitu menuntun agar sama-sama saling memberikan jaminan keamanan. Tidak hanya untuk warganya, namun untuk semua imigran atau wisatawan yang menginjakan kaki di Negri Sakura. hal ini terbukti dengan ketertiban lalu lintas, tidak ada yang melanggar aturan meskipun tidak dijaga oleh petugas keamanan misal Polisi, karena seluruh warga Jepang sudah membangun komitmen bersama dan saling percaya satu sama lain untuk sama menjaga stabilitas keamanan meskipun dirinya bukan bagian dari anggota keamanan Negara.

Baca Juga :  Balasan Bagi yang Berniat Melakukan Kebaikan

Selama penulis disana sebagai wisatawan, tidak merasa was-was kemanapun berjalan menyusuri gemerlap kota Tokyo maupun pedesaan di Nikko. Merasa percaya diri dan sekejap rasa takut itu hilang. Seakan-akan penulis menjadi bagian dari warga Jepang yang dijamin dan dilindungi. Kedamaian dan ketentraman adalah garansi utama bagi warga Jepang secara umum.

Tiga contoh tersebut, menjadikan teritorial Jepang sebagai antitesa bagi Negara Islam di Dunia. Jepang membuktikan kepada Negara Islam bahwasanya mampu mengimplestasikan ajaran-ajaran islam, karena Kebersihan, ketertiban, dan amanah merupakan pangkal dari karakter jati diri Bangsa dan Negara. Bagi siapapun yang menyaksikan langsung kondisi lingkungan dan gaya hidup orang Jepang, pastinya akan takjub.

Itu semuanya sebagai contoh dan teladan bagi kita semua sebagai warga Muslim dimanapun berada. Bahwa Negara dan Rakyatnya memiliki mental, budi pekerti dan jati diri yang luhur. Semoga kita tergolong orang-orang yang mampu mengamalkan hablun minal alam dan hablun minannaas selain kita beribadah kepada Yang Maha Kuasa. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here