Aksi Pembakaran Al-Qur’an di Swedia Dikecam PBB

0
873

BincangSyariah.Com – Aksi pembakaran Al-Qur’an yang merupakan bagian dari protes anti Islam terjadi setelah Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark, Hard Line, ditolak perizinannya untuk mengadakan pertemuan di Kota Malmo dan dihentikan di perbatasan Swedia.

Surat kabar harian Aftonbladet mewartakan bahwa sejumlah aksi anti Islam telah berlangsung di Malmo, termasuk saat tiga pria menendangi Al-Qur’an di lapangan terbuka. Peristiwa tersebut menyulut demonstrasi yang semakin memanas di tempat yang sama di mana Al-Qur’an tersebut dibakar. (Baca: Hukum Membakar Bendera yang Bertuliskan Kalimat Tauhid)

Kerusuhan terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2020 di Kota Malmo, Swedia Selatan. Sekitar 300 orang memprotes terjadinya pembakaran salinan Al-Quran yang sebelumnya terjadi. Para demonstran dilaporkan menyalakan api dan melempari polisi dengan benda apa saja yang ditemuinya. Insiden tersebut membuat sejumlah polisi terluka.

Aksi tersebut direkam dan kemudian diunggah ke internet. Tidak lama setelah kejadian itu, polisi setempat menangkap tiga orang karena dianggap menghasut kebencian terhadap kelompok etnik setelah menendang Al-Qur’an.

Salinan Al-Qur’an dibakar di kota tersebut oleh beberapa ekstremis sayap kanan. Massa dilaporkan melempar berbagai benda ke arah petugas kepolisian dan membakari ban mobil. Para polisi tidak bisa mengendalikan, tapi telah berusaha secara aktif untuk mengambil kendali.

Kepala Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Miguel Moratinos, merespons kejadian tersebut dengan mengecam aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut. Aksi yang memicu kekerasan tersebut sebagai tindakan tercela yang tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan sama sekali.

Moratinos mencatat bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku kebencian, termasuk oleh ekstremis sayap kanan dan kelompok radikal lainnya berpotensi memantik kekerasan dan menghancurkan struktur komunitas di seluruh dunia.

Baca Juga :  Hukum Jual Beli Uang Logam yang Masih Laku di Pasaran

Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai yang dianut oleh Aliansi Peradaban PBB yang bekerja mempromosikan untuk saling menghormati, memahami, dan memperkuat dialog antarbudaya dan agama.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa semua pelaku agama harus menolak dan mengecam dengan keras segala bentuk penodaan agama, baik terhadap kitab suci, rumah ibadah, ataupun simbol-simbolnya. Terakhir, Moratinos meminta kepada para pemimpin agama untuk memperbaharui kecaman mereka atas semua bentuk kekerasan berdasarkan agama atau kepercayaan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here