Akhlak Milenial dalam Bermedia Sosial

0
297

Milenial adalah generasi yang terlahir pada tahun 1900-an sampai dengan awal-awal tahun 2000-an. Generasi ini memiliki karakteristik berbeda-beda tergantung kondisi wilayah dan sosial-ekonomi masing-masing. Namun generasi ini umumnya memiliki kecenderungan penggunaan dengan media komunikasi, dan media  teknologi digital dengan kadar penggunaan tingkat tinggi.

Generasi inilah yang mewarnai media sosial dan semua media digital lainnya hari ini. Tidak mengherankan, sebab hampir semua milenial memiliki akun media sosial yang menurut mereka tidak hanya sekedar mudah digunakan, akan tetapi mempunyai manfaat lain seperti memudahkan akses informasi, memudahkan komunikasi dan lainnya.

Namun, semua kemudahan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya, laman media sosial kita hari ini banyak dipenuhi dengan kemarahan, caci maki, adu domba, hoaks dan lain-lain. Oleh sebab itu, sudah seharusnya dalam bermedia sosial, generasi milenial mengutamakan akhlak atau perilaku yang baik dan santun.

Dalam kitab Akhlak Li Al Banin juz 1 karangan Umar bin Ahmad Baraja diterangkan :

اﻟﻮﻟﺪ ﺍﻸﺩﻳﺐ ﻳﺤﺘﺮﻡ ﻭﺍﻟﺪﻳﻪ ﻭﻣﻌﻠﻤﻴﻪ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻪ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ ﻭﻛﻞ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺃﻛﺒﺮ ﻣﻨﻪ ﻭﻳﺮﺣﻢ ﺇﺧﻮﺍﻧﻪ ﺍﻟﺼﻐﺎﺭ ﻭﻛﻞ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺃﺻﻐﺮ ﻣﻨﻪ

ﻭﻳﺼﺪﻕ ﻓﻲ ﻛﻼﻣﻪ ﻭﻳﺘﻮﺍﺿﻊ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺼﺒﺮ ﻋﻠﮯ ﺍﻸﺫﻯ ﻭﻼ ﻳﻘﺎﻃﻊ ﺍﻸﻭﻼﺩ ﻭﻼ ﻳﺘﺨﺎﺻﻢ ﻣﻌﻬﻢ ﻭﻼ ﻳﺮﻓﻊ ﺻﻮﺗﻪ ﺇﺫﺍ ﺗﻜﻠﻢ ﺃﻭ ﺿﺤﻚ

“Seorang anak yang beradab Ia memuliakan kedua orang tuanya dan para Pengajarnya, dan para saudaranya yang lebih besar, dan semua orang yang lebih besar darinya, dan menyayangi saudaranya yang lebih kecil, dan semua orang yang lebih kecil darinya.

“Dan seorang anak yang beradab selalu jujur dalam setiap perkataannya, dan bertawadhu’ (rendah hati) sesama manusia, dan bersabar atas gangguan dan tidak memutuskan hubungan dengan Anak-Anak (Tetangga), tidak pula berkelahi bersama mereka, dan tidak meninggikan suara apabila sedang berbicara atau tertawa.”

Baca Juga :  Kalbu yang Menerima Nur Ilahi Menurut Ibnu Qayyim

Kandungan kitab tersebut menerangkan bahwasannya generasi muda yang baik dan beradab haruslah memuliakan kedua orang tuanya, guru-guru, dan saudaranya baik kandung atau bukan dengan menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda darinya.

Keadaan generasi milenial hari justru sebaliknya, akibat dari perbedaan pendapat dalam urusan politik, jangankan teman sebayanya, para kiai atau ustadznya dengan mudah dicaci maki. Semua itu terlihat dari komentar-komentar di media sosial. Bahkan, karena terlalu fanatiknya terhadap suatu pendapat, orang tua sendiri ada yang sampai dikafirkan. Sebuah hal yang memprihatinkan tentunya.

Selain itu juga, penulis kitab tersebut menjelaskan bahwa generasi yang baik adalah generasi yang selalu jujur dalam bertuturkata, tidak menyombongkan dirinya kepada orang lain, menjaga tali silaturahim, menghindari perkelahian dan konflik antar sesama dan tidak meninggikan suara ketika berbicara atau tertawa.

Yang terjadi hari ini adalah sebaliknya, banyak sekali berita atau kabar bohong yang dengan mudah dilontarkan dalam media sosial, banyaknya konflik akibat perbedaan pandangan politik dan pemahaman keagamaan yang berakibat kepada putusnya tali silaturahim dan bahkan ada yang sampai berujung kepada perkelahian.

Walaupun kitab ini diperuntukkan untuk pendidikan anak-anak, akan tetapi ajaran dan isinya sangat relevan untuk kehidupan semua generawi hari ini.

Sudah saatnya, hari ini, tidak hanya generasi milenial saja, melainkan generasi sepuh yang biasa disebut kolonial juga harus kembali menahan diri dan mempelajari akhlak kembali, supaya perbedaan yang sering kita temui sehari-hari tidak lantas menimbulkan perdebatan dan percekcokan, tapi bisa disikapi dengan kepala dingin dan saling menghormati agar kehidupan sehari-hari baik di media sosial maupun di kehidupan nyata bisa sehat dan stabil kembali tanpa adanya caci maki dan kemarahan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here