Akademisi Muslim ini Apresiasi Sikap PM Selandia Baru atas Tragedi Teror Christchurch

0
278

Bincangsyariah.com – Peristiwa teror yang terjadi di dua Masjid di kota Christchurch, New Zealand masih menyisakan pilu di kalangan para korban. Dalam pernyataannya, Perdana Menteri (PM) New Zealand, Jacinda Andern, menyebutkan bahwa dirinya ikut berbelasungkawa atas menimpa komunitas Muslim di Christchurch. “United in Grief”, mari kita bersatu dalam rasa duka, begitu ujar Andern, (Sabtu/16/3/2019).

Yasir Qadhi, salah seorang akademisi kelahiran Pakistan, ikut merespons bela sungkawa yang diaturkan Andern dalam status Facebooknya. Ia mengatakan dalam halaman Facebook-nya pada hari ini (18/3), dalam menanggapi peristiwa penembakan massal terhadap Muslim di kota Christchurch, Selandia Baru, Yasir Qadhi memberikan apresiasi khusus terhadap Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Berikut ini pemaparannya:

“Harus saya akui bahwa saya tidak pernah tahu nama Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru, sebelum adanya kejadian mengerikan ini (penembakkan massal terhadap Muslim di kota Christchurch, Selandia Baru).

“Namun tanggapan dan empatinya yang tulus terhadap tragedi ini telah menunjukkan kepada kita bahwa masih ada pemimpin sejati di dunia ini.

“Inilah yang dilakukan pemimpin sejati! Dia mengajak warganya untuk menghadapi tragedi bersama-sama, secara harfiah dia benar-benar memberikan bahunya untuk yang menangis, dia menunjukkan wajah yang berani untuk melawan kebencian. Dan kepada mereka yang berduka, dia memberikan bantuan dan kenyamanan yang tulus.

“Dia telah memberi tahu saudara-saudara Muslim kita yang telah kehilangan orang yang dicintainya, bahwa pemerintah (Selandia Baru) akan mengurus semua biaya pemakaman, terlepas dari status apa kewarganegaraan/visanya.

“Dia telah menjanjikan bantuan keuangan untuk semua orang yang telah kehilangan orang yang dicintainya; dia telah memeluk para korban sebagai bagian dari “kita” bahkan meskipun mereka bukan warga negara (Selandia Baru), dan mengingkari dan memutuskan hubungan dengan pelaku meskipun dia berasal dari ras dan agama yang sama.

“Dia tidak segan untuk menggunakan bahasa yang tegas dan segera untuk menyebut peristiwa ini sebagai tindakan teroris, dan dia secara pribadi mengunjungi masjid dan rumah-rumah para korban.

“Saya mungkin tidak tahu nama Anda sebelumnya, dan saya tahu kata-kata saya tidak akan dibaca oleh Anda, tetapi apa pun itu, Anda selamanya telah memenangkan rasa hormat saya, dan rasa hormat dari jutaan orang di seluruh dunia.

Semoga Tuhan memberkati Anda, Ms. Jacinda Ardern!”

Dalam kolom komentar, Soraiya Daud, seorang wanita Muslim warga Selandia Baru, yang mengaku mengenal secara pribadi Jacinda Ardern, berkata, “Saya akan meneruskan ini kepadanya (Jacinda Ardern). Dia adalah temanku. Terima kasih atas pesanmu.”

Yasir Qadhi merupakan seorang akademisi Muslim asal Pakistan. Dan kini sebagai professor di Rodhes College, Amerika Serikat.

Baca Juga :  Hukum Menafkahi Orang Tua Bagi Seseorang yang Telah Menikah

Dalam Kesempatan yang lain dikutip dari LA Times Khaled Abou el-Fadl, salah seorang ahli hukum Islam kontemporer, menyatakan bahwa aksi penembakan tersebut bisa dilandasi oleh sikap kebencian terhadap yang beda, dan dibangkitkan oleh para politisi.

El-Fadl menyampaikan agar tidak terjadi penyulutan emosi terhadap komunitas agama di belahan dunia manapun. Ia menyampaikan pesan itu di hadapan ratusan umat Islam, Yahudi, dan Sikh, yang ikut berkumpul di Islamic Centre California untuk ikut berbela sungkawa, dan mengungkapkan rasa empati kepada seluruh korban kekerasan di New Zealand.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here