Air Menjadi Bau Karena Bangkai Ikan, Apakah Najis?

0
564

BincangSyariah.Com – Banyak dijumpai wadah air di kamar mandi yang sengaja diberi ikan.Tujuannya bermacam-macam, agar air bisa bersih dari ulat, dan lainnya. Namun kadang ikan yang ditarok di tempat air tersebut mati dan menjadi bangkai sehingga merubah air menjadi bau. Bagaimana status air yang berubah menjadi bau karena bangkai ikan, apakah najis?

Air jeding, atau air yang ada di kolam ikan, jika berubah karena bangkai ikan, maka air tersebut tetap dihukumi suci dan mensucikan. Ia tetap boleh digunakan untuk menghilangkan hadas kecil maupun besar, juga boleh digunakan untuk menghilangkan najis.

Hal ini karena bangkai ikan dihukumi suci dan air yang berubah karena benda suci tetap dihukumi suci dan mensucikan, tidak menjadi najis. Kecuali jika air tersebut sangat bau sampai busuk sehingga tidak layak disebut air mutlak, maka ia dihukumi suci tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Hasyiyatul Jamal berikut;

وَقَعَ السُّؤَالُ عَنْ بِئْرٍ تَغَيَّرَ مَاؤُهَا وَلَمْ يُعْلَمْ لِتَغَيُّرِهِ سَبَبٌ ثُمَّ فُتِّشَ فِيهَا فَوُجِدَ فِيهَا سَمَكَةٌ مَيِّتَةٌ وَأُحِيلَ التَّغَيُّرُ عَلَيْهَا فَهَلْ الْمَاءُ طَاهِرٌ أَوْ مُتَنَجِّسٌ؟ وَالْجَوَابُ أَنَّ الظَّاهِرَ بَلْ الْمُتَعَيِّنُ الطَّهَارَةُ؛ لِأَنَّ مَيْتَةَ السَّمَكِ طَاهِرَةٌ وَالْمُتَغَيِّرُ بِالطَّاهِرِ لَا يَتَنَجَّسُ ثُمَّ إنْ لَمْ يَنْفَصِلْ مِنْهَا أَجْزَاءٌ تُخَالِطُ الْمَاءَ وَتُغَيِّرُهُ فَهُوَ طَهُورٌ؛ لِأَنَّ تَغَيُّرَهُ بِمُجَاوِرٍ وَإِلَّا فَغَيْرُ طَهُورٍ إنْ كَثُرَ التَّغَيُّرُ بِحَيْثُ يَمْنَعُ إطْلَاقَ اسْمِ الْمَاءِ عَلَيْهِ

“Ada sebuah pertanyaan mengenai sumur yang berubah airnya, dan tidak diketahui penyebab perubahannya, lalu setelah diselidiki ternyata terdapat bangkai ikan. Apakah air itu suci atau menjadi najis? Jawab, ‘Hukum yang pasti adalah suci, karena bangkai ikan itu suci sedangkan air yang berubah disebabkan benda suci tidak menjadikan najis. Lalu bila dari bagian tubuh bangkai ikan tidak terpisah-pisah serta bercampur baur dengan air dan tidak merubah kepada air, maka air tersebut masih mensucikan karena perubahannya disebabkan oleh benda yang berdampingan (mujawir). Dan jika bagian-bagian tubuh bangkai ikan terpisah-pisah, maka air tersebut tidak mensucikan apabila perubahannya banyak, yakni perubahan yang mencegah kemutlakan nama air.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here