Hukum Air Liur Burung Walet, Suci Atau Najis?

0
1003

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak orang yang sengaja membudidayakan burung walet dengan cara membuat bangunan. Tujuannya tentu untuk diambil sarangnya yang terbuat dari air liur burung walet tersebut. Dari sisi hukum, sebenarnya bagaimana status air liur burung walet tersebut, suci atau najis?

Sarang burung walet, yang terbuat dari air liurnya, termasuk komoditas yang bernilai jual tinggi dan mahal. Selain dijadikan makanan sup untuk dikonsumsi, saat ini sarang burung walet juga diolah menjadi ramuan obat-obatan serta make-up kecantikan.

Menurut para ulama Syafiiyah, semua bentuk cairan yang merembes dan menetes dari bagian dalam hewan, maka cairan itu mengikuti status hewan tersebut. Jika hewan tersebut termasuk hewan yang suci, maka cairan itu dihukumi suci. Namun jika hewan tersebut termasuk hewan yang najis, maka cairan itu dihukumi najis.

Oleh karena burung walet termasuk hewan yang suci, maka cairan yang keluar dari dalam tubuhnya, seperti air liurnya, keringat, ingusnya, dihukumi suci. Ini berbeda dengan dengan air liur anjing, karena anjing termasuk hewan yang najis, maka air liurnya dan semua cairan yang merembes dari tubuhnya dihukumi najis.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺇﻥ ﻣﺎ ﺍﻧﻔﺼﻞ ﻋﻦ ﺑﺎﻃﻦ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺍﺟﺘﻤﺎﻉ ﻭﺍﺳﺘﺤﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺮﺷﺢ ﺭﺷﺤﺎ ﻛﺎﻟﻠﻌﺎﺏ ﻭﺍﻟﺪﻣﻊ ﻭﺍﻟﻌﺮﻕ ﻭﺍﻟﻤﺨﺎﻁ ﻓﻠﻪ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺘﺮﺷﺢ ﻣﻨﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻧﺠﺴﺎ ﻓﻨﺠﺲ ﻭﺇﻻ ﻓﻄﺎﻫﺮ

Ulama Syafiiyah berkata bahwa semua cairan yang keluar dari bagian dalam hewan dan ia tidak termasuk bagian dalam hewan tersebut, melainkan ia merembes saja seperti air liur, keringat dan ingus, maka hukumnya sama seperti hewannya. Jika hewannya najis, maka dihukumi najis, sebaliknya jika suci, maka dihukumi suci.

Baca Juga :  Singgasana Tuhan

Di antara dalil yang dijadikan dasar bahwa cairan yang merembes dari bagian dalam hewan yang suci dihukumi suci adalah hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad berikut;

خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنى وهو على راحلته ولعابها يسيل على كتفي

Rasulullah Saw  pernah memberikan khutbah pada kami sewaktu di Mina. Pada saat itu beliau sedang menunggangi unta. Air liur unta tersebut mengalir ke pundakku.

Dengan demikian, air liur burung walet hukumnya suci. Tidak masalah air liurnya dijadikan bahan make-up kecantikan dan kosmetik lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here