Status Hukum Air Liur Binatang Ternak, Najis Atau Tidak?

0
754

BincangSyariah.Com – Berbicara unta, ia termasuk salah satu hewan yang mampu bertahan hidup di  padang pasir. Unta memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan hewan yang lain. Bahkan unta menjadi salah satu hewan yang diabadikan di dalam Al-Quran. Salah satunya terdapat dalam surah Al-Ghasyiah (88) : 17,

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

Unta juga menjadi salah satu bukti kenabian Nabi Sholeh As. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Qs. Al-A’rof (7) : 73,

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”

Bahkan, unta Nabi Sholeh As. tersebut menjadi salah satu hewan yang memperoleh tiket masuk surga. Unta tersebut menjadi ganti telaga Nabi Sholeh As dan umatnya di akhirat kelak.

Hewan yang bernama latin camelus ini menjadi alat transportasi utama bangsa arab. Kemampuanya membawa beban sampai 500 kilo dan berjalan di padang pasar menjadikan salah satu alasan orang arab menggunakannya sebagai hewan tunggangan. Memang unta diciptakan secara khusus oleh Allah Swt. sehingga mampu bertahan hidup di padang pasir.

Bahkan dalam sebagian kegiatan safari dakwahnya, Rasulullah Saw. sering menunggangi unta.  Beliau juga memiliki unta kesayangan yang diberi nama Al-Qushwa. Unta inilah yang menemani Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah.

Baca Juga :  Apakah Air Liur Manusia Najis?

Berkaitan dengan unta, Fiqh membahas bahwa unta termasuk salah satu hewan yang wajib dizakati berdasarkan hadis nabi. Tentunya ketika sudah memenuhi syarat-syarat yang berlaku.

Dalam fiqh, unta juga termasuk salah satu “perantara” lahirnya suatu hukum. Misalkan yang tertera dalam hadits berikut:

خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنى وهو على راحلته ولعابها يسيل على كتفي

Rasulullah Saw. pernah memberikan khutbah pada kami sewaktu di Mina. Pada saat itu beliau sedang menunggangi unta. Air liur unta tersebut mengalir ke pundakku. (Dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad, Bulughul Marom : 17)

Hadis tersebut diceritakan oleh Amr Bin Khorijah ra. Posisinya pada saat itu beliau memegang kedali unta nabi. Nabi Muhammad Saw. tidak menegur atau menyuruh membersihkan air liur unta yang mengenainya.

Dalam Kitab Ibanatul Ahkam, (juz 1/68-69), dijelaskan bahwa air liur unta hukumnya suci. Bukan hanya air liur unta, tapi seluruh hewan yang bisa dimakan. Seperti sapi, kambing, ayam, kuda, dan lain-lain. Bahkan bukan hanya air liur unta, keringat atau ingusnya juga suci. Termasuk air matanya. Jadi, para peternak tidak boleh khawatir tentang kesucian air liur unta dan sejenisnya. (Apakah Air Liur Manusia Najis?)

Selain yang tersebut, juga dijelaskan tentang alasan penetapan hukum suci pada air liur unta. Yakni diamnya Rasulullah Saw. terhadap sesuatu yang terjadi di hadapan beliau adalah menunjukkan kebolehan. Karena taqrir (ketetapan) nabi menjadi bagian sunah beliau.

Artinya, dengan tidak ditegurnya Amr bin Khorijah, atau tidak adanya perintah untuk membasuh area bekas air liur unta, hal ini sudah cukup sebagai bukti tentang kesucian air liur unta. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here