Air Liur Anjing yang Sudah Kering, Apakah Tetap Najis?

0
653

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa air liur anjing, ludahnya, atau cairan lainnya dihukumi najis. Bahkan dihukumi najis mughalladzah atau najis berat yang wajib dibasuh sebanyak tujuh kali basuhan di mana salah satunya dengan debu. Namun bagaimana jika air liur anjing atau cairan lainnya itu sudah kering, apakah tetap najis? (Baca: Sucikah Benda Najis yang Sudah Kering?)

Jika air liur anjing atau cairan anjing lainnya terkena tubuh, tempat, atau benda tertentu, maka semuanya itu menjadi najis. Ini meskipun air liur anjing atau cairan lainnya itu sudah kering. Meski air liur anjing sudah kering, namun secara hukum (hukmiyah) najisnya masih dianggap ada. Ia menjadi suci jika dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali di mana salah satunya dengan debu. (Baca: Ini 14 Perbedaan Bersuci dengan Wudhu dan Tayamum)

Ini sama halnya dengan air kencing manusia. Jika ia mengenai pakaian kita, dan kemudian kering, maka pakaian kita tetap wajib dibasuh karena najisnya dianggap masih ada. Ia menjadi suci apabila sudah dibasuh dengan air.

Meski bagian yang terkena air liur yang sudah kering tetap dihukumi najis, namun air liur anjing yang sudah kering tersebut tidak menjadikan najis pada benda lain yang sama-sama kering. Misalnya, tangan kita yang kering menyentuh air liur anjing yang sudah kering, maka tangan kita tidak najis.

Hal ini karena najis yang kering, meskipun najis mughalladzah, tidak membuat sesuatu yang kering menjadi najis. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyifatus Saja berikut;

المغلظة ما تنجس من الطاهرات بلعابها او بولها او عرقها او بملاقات اجزاء بدنها مع توسط رطوبة من احد جانبيه

Baca Juga :  Makna-makna Lafadz Doa di dalam Al-Qur'an

Najis mughalladzah adalah sesuatu yang suci yang terkena air liur, kencing atau keringat atau salah satu anggota dari tubuh anjing dan babi dengan disertai basah-basah dari salah satu dari keduanya (sesuatu yang suci dan bagian anggota tubuh anjing dan babi).

Juga disebutkan dalam kitab Fiqhul Ibadat ‘ala Madzhab Al-Syafii berikut;

إذا اتصل النجس أو المتنجس بالطاهر نظر فإن كانا جافين فلا تؤثر النجاسة بالطاهر بناء على القاعدة الفقهية : الجاف طاهر بلا خلاف وإن كان أحدهما أو كلاهما رطبا تنجس الطاهر بالآخر

Jika najis atau mutanajjis bertemu dengan sesuatu yang suci, maka dilihat dulu. Jika sama-sama kering, maka yang najis tidak mempengaruhi yang suci berdasarkan kaidah; Sesutu yang kering adalah suci tanpa ada perbedaan pendapat. Jika salah satunya basah, maka yang suci menjadi najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here