Agar Hati Tidak Mati, Raihlah Hal Ini

1
330

BincangSyariah.Com – Mengonsumsi makanan bukan sekadar urusan rasa dan selera. Lebih dari itu, kita juga harus memperhatikan keseimbangan gizi yang terkandung dalam makanan, karena manfaat makanan bergizi sangat penting bagi tubuh kita. Selain menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, makanan tersebut juga mempertahankan kesehatan fungsi oragan dan meningkat sistem kekebalan tubuh.

Perut akan terasa lapar jika terlambat mengomsumsi makanan. Atau bahkan bisa berkibat fatal menjadi penyakit yang kronis jika aturan makan tidak sesuai dengan porsinya. Begitupun dengan hati. Hati akan bisa menjadi amti jika makanannya tidak sesuai porsi, dan berkibat pada kekosongan hati dan akan mati. Jika demikian, lantas apakah makanan hati tersebut? Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali menuliskan:

قال فتح الموصلي رحمه الله : أليس المريض إذا منع الطعام والشراب والدواء يموت؟ قالوا بلى. قال كذلك القلب إذا منع عنه الحكمة والعلم ثلاثة أيام يموت

“Imam Fath dari Mosul berkata, ‘Bukankah orang sakit bisa akan mati jika tidak mendapatkan makan, minum, dan obat ?’  Mereka pun menjawab, “Iya benar, akan mati.’ ‘Begitu juga hati, ketika tidak mendapatkan hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka hati akan mati

Keterangan di atas menggambarkan betapa pentingnya ilmu bagi hati seorang manusia. Hikamh dan ilmu yang baik akan mengantarkan pada kejernihan hati yang baik pula. Hati yang jernih akan berdampak pada hasrat amal shaleh kita. Tidak ada keraguan dan keberatan untuk menunaikan setiap kewajiban, karena sejatinya ia menyadari bahwa tiada tugas mulia di dunia ini melainkan melaksanakan perintahnya dengan ikhlas. Tidak sama dengan hati yang mati, ia selalu berat dan mencari banyak alasan untuk menunaikan kewajiban dan beramal shaleh.

Baca Juga :  Dosa Itu Seperti Titik Hitam di Hati, Ini Penjelasan Ulama

Hati yang dipenuhi hikmah dan ilmu, ia akan berat melanggar aturan-Nya. Karena hati yang demikian selalu diiringi rasa takut pada-Nya dan juga diberikan banyak kebaikan. Dalam QS Fatir ayat 28 disebutkan:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.

Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Mari sejenak meluangkan waktu untuk memberikan makan pada hati. Hati adalah sumber kehidupan. Jika hati telah mati, maka hidup juga akan berasa kelam. Selagi masih ada waktu dan kesempatan, yuk bersama-sama penuhi hati dengan ilmu dan hikmah. Bukan diisi dengan sekedar tumpukan rasa yang tak menentu. Rajin mengisi perut, rajin juga mengisi hati. Insya Allah hidup sehat dan tentram.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here