Agar Hati Orang Lain Terpikat, Ini Tips dari Rasulullah

0
324

BincangSyariah.Com – Islam memerintahkan untuk berakhlakul karimah, karena dengan akhlak yang mulia seseorang akan mendapatkan derajat ahli ibadah di malam hari dan puasa di siang hari.

Dari sekian banyak akhlakul karimah, ada di antaranya, jika dilakukan akan membuat orang lain cepat terkesan, senang, dan tertarik dengan kita, cela kita tertutup dan kesalahan dimaafkan.

Berikut adalah beberapa akhlak ala Rasulullah yang membuat hati orang lain terpikat pada kita:

Tersenyum

Senyum adalah bahasa universal untuk menunjukkan rasa bahagia dan senang. Senyuman akan memunculkan emosi positif baik bagi diri kita atau orang lain. Ketika kita menyambut orang lain dengan senyum, maka dia akan senang karena disambut dengan kehangatan, keramahan, penghargaan, niat baik, kepercayaan, dan persaudaraan. Dengan demikian, dalam waktu singkat, kita telah berhasil mendapatkan hatinya.

Disamping itu juga, tersenyum dihadapan orang lain adalah sebuah ibadah, sebagaimana sabda Rasulullah:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ…

Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Senyumanmu di hadapan temanmu adalah sedekah…” (HR. At-Turmudhi)

عَنْ جَرِيرٍ – رضى الله عنه – قَالَ مَا حَجَبَنِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلاَ رَآنِى إِلاَّ تَبَسَّمَ فِى وَجْهِى

Dari Jari r.a. berkata, “Nabi Saw. tidak pernah melarang diriku masuk (menemui beliau) semenjak aku memeluk Islam, beliau tidak pernah memandangku kecuali sambil tersenyum di depanku”. (HR. Bukhari).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

Dari Abdullah bin Harits bin Jaz’i berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling sering tersenyum dibanding Rasulullah Saw.” (HR. At-Turmudhi)

Mengucapkan Salam dan Berjabat Tangan

Salam adalah doa untuk orang yang kita temui, dan mengucapkan salam adalah tanda bahwa kita ingin menebarkan kedamaaian dan persahabatan. Selain salam, berjabat tangan juga menunjukkan bahwa kita menyambut dengan hangat. Salam dan jabat tagan sebaiknya dilakukan dengan wajah berseri dan menyenangkan.

Baca Juga :  Keutamaan Sahur Dan Batas Waktu Imsak

Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ).

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan kalian tidak akan beriman sehingga saling mencintai. Bukankah aku telah memberitahukan sesuatu kepada kalian semua, yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai, yaitu tebarkan salam di antara kalian”. (HR. Muslim).

Ibnu Atsir dalam Jami’ al-Ushul meriwayatkan:

أن رسولَ اللَّه -صلى الله عليه وسلم- قال : (تَصَافَحُوْا يُذْهِبُ الغِلُّ…)

Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, “Berjabat tanganlah kalian, karena bisa menghilangkan kedengkian...”

Dalam Riyadhus Shalihin disebutkan sabda Rasulullah: “Janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun engkau berjumpa dengan temanmu dengan muka berseri-seri”.

Memberikan Hadiah

Saling memberi hadiah akan menambah keakraban dan kecintaan satu dengan yang lain. Lebih baik lagi jika hadiah yang kita berikan adalah hadiah yang bermanfaat dan bisa menyenangkan hati, bisa juga dengan sesuatu yang sederhana, tidak harus mahal dan mewah. Sebagai bukti pentingnya hadiah terhadap keharmonisan sebuah hubungan adalah sabda Rasulullah Saw.:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Dari Abu Hurairah, Dari Nabi Saw. bersabda, “Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai”.

Bahasa yang Baik dan Menyenangkan

Bahasa yang baik dan menyenangkan membuat pendengar tertarik, selain itu tentunya mengandung nilai ibadah sebagaimana sabda Rasulullah:

وقال أبو هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم(الكلمةُ الطيِّبَةُ صَدَقَةٌ

Abu Hurairah berkata, dari Nabi Saw, “Kalimat yang baik adalah sedekah”.

Rasulullah menyebut kalimat yang baik sebagai sedekah karena ketika kita memberikan sedekah kepada orang lain, orang yang menerima akan merasa senang dan bahagia, juga menghilangkan kedengkian dalam hati, demikian pula kalimat yang baik yang diucapkan pada orang lain.

Baca Juga :  Membincang Hadis Minum Air Kencing Unta, Bagaimana Cara Memahaminya?

Mendengarkan dengan Baik

Ketika orang yang lain berbicara, hendaknya kita mendengarkan dengan baik dan seksama serta tidak memotong pembicaraannya. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, beliau tidak memotong perkataan orang yang berbicara kepada beliau, dan tetap setia mendengarkan sampai orang tersebut berhenti berbicara.

Suatu hari Rasululah duduk mendengarkan Uthbah bin Rabi’ah berbicara, dia menawarkan dunia, kedudukan dan kekuasaan kepada Nabi, dan sebagai kompensasinya beliau harus berhenti dari dakwahnya. Rasul terus mendengarkan perkataan Uthbah sampai selesai.

Setelah itu baru beliau bersabbda, “Apakah sudah selesai wahai Abu al-Walid?

Uthbah menjawab, “Sudah”.

Rasul kembali bersabda, “Sekarang dengarkan aku”.

Baiklah”, jawab Uthbah.

Rasulullah kemudian membacakan awal Surat Fushshilat sampai ayat Sajdah kepada Uthbah.

Penampilan yang Menarik 

Penampilan yang baik, pakaian yang rapi, aroma yang wangi tentu akan memikat hati, sebagaimana disabdakan oleh baginda Rasul:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Swt adalah Dzat yang jamil (elok), menyukai sesuatu yang elok.” (HR. Muslim)

Rasulullah juga bersabda:

)إِنَّكُمْ قَادِمُونَ عَلَى إِخْوَانِكُمْ فَأَصْلِحُوا رِحَالَكُمْ وَأَصْلِحُوا لِبَاسَكُمْ حَتَّى تَكُونُوا كَأَنَّكُمْ شَامَةٌ فِى النَّاسِ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْفُحْشَ وَلاَ التَّفَحُّشَ(

Kalian semua akan mendatangi teman-teman kalian, maka perbaikilah pelana kalian, dan perbaikilah pakaian kalian, sehingga seolah-olah kalian adalah “tahi lalat” di tengah orang banyak. Sesungguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang jelek, juga perilaku yang jelek”. (HR. Abu Dawud)

Maksudnya, Rasul memerintahkan kita untuk menggunakan pakaian yang rapi dan menarik serta fisik yang menarik agar menjadi pusat perhatian orang lain.

Menyenangkan dan Membantu Orang Lain

Menyenangkan dan membantu orang lain merupakan amal yang bisa memikat hati dan dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia menurut Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. sebaik-baik amal menurut Allah adalah memasukkan kebahagiaan dalam hati seorang muslim, atau menghilangkan kesusahan darinya, atau membayar hutangnya, atau menyingkirkan rasa laparnya. Sungguh jika aku berjalan bersama saudaraku untuk sebuah keperluan, itu lebih menyenangkan bagiku dari pada aku iktikaf di dalam masjid Madinah (Nabawi) ini selama satu bulan...” (HR. Thabrani)

Baca Juga :  Pengertian Nikah dan Dalil Anjuran Tidak Menjomblo

Memberi Uang

Segala sesuatu memiliki kunci, dan kunci untuk memikat hati adalah uang, terlebih di zaman sekarang. Rasulullah juga meberikan harta kepada orang lain agar orang tersebut senang kepada beliau dan terjaga keimanannya, sebagaimana dalam hadits Bukhari, Rasulullah bersabda, “Aku memberi seseorang, padahal ada orang lain yang lebih aku sukai, karena aku takut Allah menjatuhkannya dalam neraka.”

Baik Sangka dan Menerima Alasan Orang Lain

Dengan berprasangka baik, orang lain merasa senang karena tidak dicurigai atau dituduh, dan dengan menerima alasan, orang lain merasa selamat dan terbebas dari kesalahan. Husnudzdzan adalah ibadah sebagaimana sabda Rasulullah:

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ

Dari Rasulullah Saw bersabda: “Berprasangka baik merupakan ibadah yang terbaik”. (HR. Abu Dawud)

Al-Haitsami meriwayatkan hadis panjang dari Abu Hurairah yang menerangkan manusia yang tidak baik, di antaranya adalah sabda Rasul:

الَّذِينَ لَا يَقِيْلُوْنَ عَثْرَةً وَلَا يَقْبَلُوْنَ مَعْذِرَةً وَلَا يَغْفِرُوْنَ ذَنْباً

Orang yang tidak memaafkan kesalahan, tidak menerima alasan, dan tidak memaafkan dosa”.

Menyatakan Cinta

Orang yang engkau cintai memiliki tempat istimewa dalam hatimu, beritahukan kepadanya bahwa engkau mencintainya, maka dia juga akan mencintaimu. Karena itulah Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ فَلْيَأْتِهِ فِى مَنْزِلِهِ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ لِلَّهِ

Ketika kalian mencintai teman kalian, maka datanglah ke rumahnya, dan beritahukan kepadanya bahwa engkau mencintainya karena Allah.” (HR. Ahmad)

Cinta yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah cinta karena Allah, tidak cinta untuk mendapatkan keuntungan duniawi, semisal kedudukan dan harta.

Wallahu A’lam Bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here