Adakah Perbedaan Hadas dan Najis?

0
87

BincangSyariah.Com – Dalam pembahasan bersuci (thaharah), terdapat dua istilah yang sering kali kita jumpai yakni hadas dan najis. Kedua istilah ini memang sering digandeng-gandengkan dalam pembahasan bersuci.

Tapi, hadas dan najis ternyata memiliki implikasi hukum yang berbeda, sehingga kita harus mengenal dengan baik kedua istilah ini. Nah, untuk mengetahui perbedaan antara hadas dan najis, mari kita simak ulasan di bawah ini:

Perbedaan antara hadas dan najis terletak pada dua hal, yakni hakikat serta implikasi hukum fikih yang dihasilkan. Jika ditinjau dari segi hakikat, najis adalah perkara yang bisa dilihat (konkret). Contoh : kencing dan lain sebagainya. Sementara hadas adalah perkara yang tidak bisa dilihat (abstrak). Contoh : haid, nifas dan lain-lain.

وأمّا النّجس – ويعبّر عنه بالخبث أيضاً – فهو عبارة عن النّجاسة القائمة بالشّخص أو الثّوب أو المكان

Najis atau dalam bahasa lain disebut al-khabats adalah ungkapan dari sebuah kotoran  yang ada pada seseorang, pakaian ataupun tempat.” (Mausu’ah Fiqh al-‘Ibadat, hal 1)

فالحدث هو : الحالة النّاقضة للطّهارة شرعاً

Hadas adalah sebuah keadaan (sifat) yang bisa membatalkan status kesucian secara  syara’.” (Mausuah Fiqh al-‘Ibadāt, hal 1)

Sementara perbedaan hadas dan najis dari segi implikasi hukum fikihnya sebagai berikut :

Pertama, untuk bersesuci dari najis harus membersihkan tempat najisnya sampai dzat (‘ain) najisnya hilang, sementara hadas cukup dengan cara mengalirkan air keseluruh badan jika hadas besar atau berwudhu jika hadas kecil. (Baca: Meski Sedang Hadas, Diperbolehkan Memegang  Al-Quran dalam Lima Kondisi Ini)

Kedua, bersesuci dari hadas membutuhkan (mensyaratkan) niat, sementara bersesuci dari najis tidak.

Ketiga, hadas tidak bisa dideteksi (abstrak), sementara najis bisa dideteksi (konkret). Wallāhu a’lam

اتّفق الفقهاء على أنّ التّطهير من النّجاسة لا يحتاج إلى نيّة ، فليست النّيّة بشرط في طهارة الخبث ، ويطهر محلّ النّجاسة بغسله بلا نيّة

Baca Juga :  Islam Menolak Nepotisme

Para ahli fikih sepakat bahwasanya bersesuci dari najis tidak membutuhkan niat, sebab niat bukanlah syarat dari bersesuci terhadap najis, juga tempat najis harus dibersihkan.” (Mausu’ah Fiqh al-‘Ibadat, hal 1)

الفرق بين الحدث والخبث: الحدث: هو الاثر الحاصل للمكلف، وشبهه عند عروض أحد أسباب الوضوء، والغسل المانع من الصلاة، المتوقف رفعه على النية.

والخبث: هو النجس.

وفرق بينهما بأن الحدث ما افتقر إلى النية، والخبث ما لا يفتقر إليها،

وأن الاول ما لا يدرك بالحس، والثاني ما يدرك به

Artinya :

Adapun perbedaan antara hadas dan najis adalah hadas merupakan bekas (sifat) yang dihasilkan oleh orang mukallaf, serupa dengan hadas yakni ketika membahas salah satu sebab-sebab wajibnya wudhu, mandi besar dimana hal itu bisa mencegah keabsahan salat. Bersesuci dari hadas membutuhkan niat.

al-khabats adalah najis, sementara perbedaan diantara keduanya adalah bahwasanya bersesuci dari hadas butuh kepada niat sementara bersesuci dari najis tidak dan hadas tidak bisa diindra (abstrak) sementara najis bisa diindra (konkret).” (Al-Furūq al-Lughawiyyah, hal 177)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here