Adab dan Metode Menyampaikan Nasihat (Bagian 2)

1
20

BincangSyariah.Com – Tulisan sebelumnya telah mengulas tentang enam adab dan metode dalam menyampaikan nasihat. Berikut adalah artikel untuk mengurai pembahasan selanjutnya.

(Baca: Adab dan Metode Menyampaikan Nasihat (Bagian 1))

Ketujuh, memperhatikan usia orang yang dinasihati.

Saling menyayangi dan saling menghormati berlaku dalam segala urusan, apalagi dalam urusan menasihati.

Semua orang memang punya potensi untuk menerima nasihat dan dakwah. Tapi, adab dalam menasihati orang tua tidak bisa disamakan dengan menasihati teman sebaya atau orang yang lebih muda.

Apabila ini tidak diperhatikan, orang tua yang diharap akan mendukung nasihat yang diberikan bahkan justru akan menjadi hambatan karena tersinggung.

Kedelapan, yakin dan optimis.

Seseorang yang memberi nasihat harus yakin bahwa yang disampaikan adalah nasihat yang bersumber dari Yang Maha Benar, meski disampaikan sesuai dengan yang dipahaminya.

Allah Swt. berfirman dalam Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 60:

 ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Al-ḥaqqu mir rabbika fa lā takum minal-mumtarīn

Artinya: “(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.”

Kesembilan, menjalin kerja sama.

Dalam skala besar pemberian nasihat yakni dakwah membutuhkan perhatia khusus sebab dakwah adalah kerja besar yang tidak mungkin dipanggul sendiri oleh seorang pendakwah atau banyak orang secara mandiri dan terlepas dari yang lain.

Di antara sesama pendakwah, penting sekali membangun jaringan dakwah yang terorganisasi dengan baik.

Bukan hanya sesama pendakwah, kerja sama juga perlu dijalin dengan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan, dan juga dengan semua lapisan masyarakat.

Kesemuanya harus bahu membahu dan saling menopang dalam menjalankan misi mulia ini, menegakkan “amar ma’ruf nahi munkar”.

Kesepuluh, konsekuen dengan perkataan (keteladanan).

Apa yang dikatakan orang yang memberikan nasihat pada orang lain mesti sama dengan apa yang dilakukannya. Sebab di balik keteladanan tersebut, ada harapan dari banyak orang yang mendengar nasihat yang disampaikan.

Nasihat perlu diberikan untuk tujuan yang baik. Memberikan nasihat pada orang lain dengan sepuluh adab nasihat yang telah dijelaskan akan membuat nasihat lebih bisa diterima dengan baik.[]

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here