Abu Bakar Baasyir Batal Dibebaskan, Ini Alasannya

4
534

BincangSyariah.Com –  Beberapa hari yang lalu, Penasihat hukum pribadi Presiden Joko Widodo, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan berita pembebasan Abu Bakar Baasyir yang disetujui oleh Presiden Jokowi.

Tapi kemarin keluar pernyataan dari Kepala Staf Presiden Moeldoko yang memastikan bahwa pembebasan ketua Jamaah Ansharut Tauhid yang mendalangi sejumlah aksi terorisme tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Pemerintah.

Moeldoko menjelaskan bahwa pembebasan Abu Bakar Baasyir tidak dapat dipenuhi karena yang bersangkutan tidak kooperatif dengan sejumlah syarat pembebasan yang harus dipenuhi oleh terpidana kasus terorisme. Sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018.

“Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan,” ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, (22/01).

Setidaknya Moeldoko mengatakan terdapat tiga syarat formal yang harus dipenuhi oleh terpidana terorisme yang harus dilakukan.

Pertama, terpidana bersedia untuk bekerjasama dengan pemerintah khususnya penegak hukum dalam membongkar perkara tindak pidana terorisme.

Kedua, terpidana telah menjalani paling sesikitnya 2/3 hukuman yang ditetapkan dengan ketentuan 2/3 masa tahanan tersebut minimal 9 bulan.

Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani.

Keempat, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis.

Sebagaimana diberitakan, Abu Bakar Baasyir menolak menandatangani ikrar kesetiaan pada Pancasila sehingga memicu tanggapan dari beberapa elit politik, seperti Udi Hartaco Sekjen PDIP, Wakil Presiden Yusif Kalla, Mahfud MD, dan lain sebagainya.

Namun, meski rencana pembebasan tidak dilakukan, Moeldoko dapat memastikan bahwa akses Abu Bakar Baasyir terhadap pengobatan dan kesehatan tidak akan berubah sebagaimana sebelumnya dan tidak akan berkurang.

Menurut Moeldoko rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir yang dilontarkan Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu atas dasar kemanusiaan sebab ia membutuhkan perawatan khusus mengingat usianya yang telah renta dan sering sakit-sakitan.

Akan tetapi pelaksanaan formil pembebasan bersyarat terpidana terorisme tidak bisa dinegosiasikan tapi harus dipenuhi seluruhnya agar tidak terjadi hal tidak diinginkan di kemudian hari.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here