Abdul Malik Fajar: Sang Guru Muhammadiyah Tutup Usia

0
40

BincangSyariah.Com – Kabar duka kembali menimpa Indonesia. Abdul Malik Fajar yang merupakan tokoh Muhammadiyah wafat pada Senin malam (7/9/2020). Ia wafat pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya pukul 19.00 WIB.

Abdul Malik Fadjar merupakan Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era Presiden B.J. Habibie dan pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. (Baca: Hukum Mengikuti Upacara Bendera Kemerdekaan Menurut Muhammadiyah)

Ia pun sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim untuk menggantikan Jusuf Kalla yang saat itu mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004 silam.

Selain aktif di bidang pemerintahan, Abdul Malik juga aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS). Selain sebagai cendekiawan Muslim, ia juga dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan.

Ia mengabdikan diri di dunia pengajaran dan pendidikan. Selama puluhan tahun menjadi guru di Persyarikatan Muhammadiyah, ia tak hanya menjadi seorang pendidik, tapi juga memiliki kontribusi besar dalam membangun sekolah-sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan Magelang.

Ia pernah guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959 di Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang. Abdul Malik Fadjar adalah tokoh nasional kelahiran Yogyakarta, 22 Februari 1939.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bela sungkawa atas Abdul Malik Fadjar. “Innalilillahi wa innailaihi rajiun. Turut berdukacita atas wafatnya guru saya, senior saya, Prof H Abdul Malik Fadjar,” ujar Muhadjir dalam siaran persnya pada Selasa (8/9/2020).

Baca Juga :  Apakah Boleh Anak Sendiri Menikah dengan Anak Tiri?

Muhadjir mengaku menjalin hubungan baik dengan Malik Fadjar sejak bergabung di Persyarikatan Muhammadiyah. Baginya, sosok Abdul Malik Fadjar adalah mentor dalam kariernya di pemerintahan. Terlebih, Malik adalah mantan Menteri Pendidikan dan Menko PMK yang juga pernah dan sedang dijabat oleh Muhadjir.

“Saya mengenal baik Prof Malik. Beliau adalah tokoh senior yang telah lama berkiprah di Muhammadiyah. Pendahulu saya sebagai Mendiknas dan Menko Kesra. Saya banyak belajar dari kiprah kepemimpinan beliau,” kata Muhadjir.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa Abdul Malik adalah sosok yang bersahaja, gigih dan penuh prestasi di bidang pendidikan.

“Beliau adalah tokoh Muhammadiyah, umat Islam dan bangsa yang bersahaja, gigih, penuh prestasi di bidang pendidikan, berpikiran maju, inklusif dan diterima banyak pihak,” kata Haedar, dilansir Kompas.

Bagi Haedar, Abdul Malik adalah sosok yang gigih dalam bekerja untuk membangun umat. Pengabdian Abdul Malik pada Indonesia sangatlah besar. Bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang pengaruhnya besar. Abdul Malik adalah tokoh yang lebih banyak bekerja dan membangun pusat keunggulan serta membawa umat untuk bisa maju ketimbang banyak berbicara.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here