Wajibkah Menjawab Salam Orang Mabuk?

1
35

BincangSyariah.Com – Pada suatu kesempatan, ada seseorang yang bertanya kepada penulis mengenai wajibkah menjawab salam orang mabuk. Pasalnya, di tempat tinggalnya kerap ada orang mabuk yang kadang mengucapkan salam ketika bertemu orang yang sedang lewat, padahal kondisinya sedang tidak dalam kesadaran penuh. Dalam keadaan demikian, apakah menjawab salam hukumnya wajib sebagaimana wajib menjawab salam dari orang yang sadar?

Menurut salah seorang ulama besar dari mazhab Syafi’i, al-Imam Ar-Rafi’i (lihat biografi Imam Ar-Rafi’i disini) ada dua pendapat terkait masalah menjawab salam orang mabuk atau salam dari orang yang tidak waras. Besar kemungkinan, keduanya disamakan karena orang mabuk dan orang yang tidak waras karena sama-sama tidak mempunyai kesadaran yang ideal.

Pendapat pertama mengatakan kalau salam orang mabuk wajib dijawab sebagaimana menjawab salam dari orang yang sadar.

Sementara menurut pendapat kedua, tidak wajib dijawab. Hal ini karena ucapan orang yang sedang mabuk dan orang gila tidak diperhitungkan, termasuk ketika keduanya mengucapkan salam.

Dari dua pendapat ini, menurut ulama pendapat kedua adalah pendapat yang lebih kuat dan banyak diikuti oleh para ulama. Karenanya, jika ada seseorang yang mabuk mengucapkan salam, baik mabuknya disengaja atau tidak disengaja, maka menjawab salam orang mabuk itu boleh dilakukan dan boleh juga tidak. Jika kita tidak menjawabnya, kita tidak berdosa karena menurut pendapat yang kuat, menjawab salam orang mabuk tidak wajib.

Begitupun jika ada orang gila. Menjawab salam orang gila boleh dilakukan dan boleh juga tidak. Jika kita tidak menjawab salam orang gila, maka kita tidak berdosa karena menurut pendapat yang kuat, menjawab salam dari orang gila tidak wajib.

Pendapat tersebut seperti disebutkan di dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab berikut;

إذا سلم مجنون أو سكران هل يجب الرد عليهما فيه وجهان حكاهما الرافعي أصحهما انه لا يجب لان عبارة المجنون ساقطة وكذا عبارة السكران في العبادات

Jika orang gila mengucapkan salam atau orang yang sedang mabuk, apakah menjawab atas keduanya? Dalam masalah ini ada dua pendapat yang disebutkan oleh Imam Al-Rafi’i. Yang paling shahih dari kedua pendapat tersebut adalah tidak wajib karena ucapan orang gila, begitu juga ucapan orang yang sedang mabuk, dianggap gugur dalam masalah ibadah.

Dalam kitab Fath al-Wahhab juga disebutkan sebagai berikut;

ولا يجب رد سلام مجنون و سكران وان كان لهما تميز وان لم يتعديا

Tidak wajib menjawab salam dari orang gila dan orang yang sedang mabuk, meskipun keduanya sadah tamyiz dan tidak sengaja.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here