Ketika Aku Keliru, Setelah Belajar di Fakultas Syariah

1
1119

BincangSyariah.Com – Dulu ketika bercita-cita kuliah S1 di LIPIA, saya berharap akan diberi ilmu yang semakin memantabkan pandangan-pandangan saya, baik dalam masalah aqidah atau syariah.

Misalnya dulu saya kalau shalat itu tangan tarok di dada dan kedua kaki mekangkang lebar sambil terus menerus cari-cari mata kaki teman di kanan kiri tanpa henti.

Karena saya sering kalah debat, maka niat saya kuliah di LIPIA adalah mau menambah amunisi dan peluru, biar semakin kuat di hadapan lawan. Eh, ternyata saya keliru.

Di LIPIA saya malah jadi bingung sendiri. Sebab saya malah dikenalkan dengan ilmu perbandingan mazhab. Urusan tangan ini harus tarok dimana dalam shalat, ternyata khilafiyahnya segunung.

Alih-alih saya nambah amunisi, yang ada saya dijejali berbagai macam perbedaan pendapat para ulama.

Masalah yang saya kira sudah final, ternyata setelah belajar di LIPIA jadi mentah lagi. Contohnya, qunut Shubuh yang (dahulu) sudah 20 tahun saya tinggalkan karena bid’ah lantaran haditsnya dhaif, kok saya malah menemukan hal yang sebaliknya, hasilnya kok jadi shahih?

Dan yang menshahihkan bukan sembarangan, tapi sekelas Imam Al-Baihaqi. Beliau punya kitab hadis bernama as-Sunan al-Kubra. Yah, terus terang saja, sebenarnya saya juga baru tahu ada kitab ini. Sebelumnya saya tahunya cuma Shahih Bukhari dan Shahih Muslim doang. Ternyata ada ratusan dan ribuan kitab hadits. Lalu saya mengenal kitab Bidayatul Mujtahid, kitab fiqih pegangan selama kuliah 4 tahun. Ternyata isinya khilafiyah semua, mulai dari urusan air sampai mengatur negara. Dan semua pakai dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Saya semakin dicuci otaknya. Kuliah 4 tahun di LIPIA saya berubah dari yang tadinya cuma tahunya dalil itu hanya Al-Qur’an-Sunnah, menjadi punya banyak tambahan, yaitu Ijma’, Qiyas, Mashalih Mursalah, Istishhab, Sadd Zari’ah, ‘Urf, Syar’u Man Qablana, Qaul Shahabi dan seterusnya.

Baca Juga :  Apakah Talak Harus Ada Saksi?

Ternyata tidak mentang-mentang suatu hadits itu shahih, langsung bisa diamalkan. Tapi masih perlu diproses ini dan itu. Ternyata saya yang dulu sering merasa sudah paling benar sendiri, berubah menjadi orang yang menerima adanya perbedaan, khususnya di antara 4 mazhab yang besar.

Sekarang sulit bagi saya menyalahkan suatu pendapat, apalagi mencaci makinya. Meski saya tidak sejalan dengan pendapat itu, tapi saya mesti periksa dulu. Jangan-jangan, pendapat yang saya tidak sepakati itu justru itu pendapat jumhur.

Sebaliknya, pendapat yang saya pakai selama ini, jangan-jangan malah pendapat minoritas, atau malah tidak ada yang berpendapat seperti saya. Jangan-jangan saya cuma ikut-ikuta dari tokoh ustadz yang ternyata bukan ahli fiqih. Terus terang ini sering terjadi.

Salah satu pandangan saya yang keliru selama ini, bahwa shalat yang terlewat tidak ada qadha’. Cukup istighfar saja dan perbanyak shalat sunnah. Ternyata 4 mazhab sepakat wajib diqadha’ shalat. Dan dalilnya seabreg (banyak sekali). Sulit memungkirinya kalau melihat faktanya. Malah yang bilang tidak ada qadha’ shalat belakangan saya tahu mereka justru bukan ulama fiqih. Mereka sebenarnya tidak punya kompetensi untuk berfatwa dalam ilmu fiqih.

Disitu saya bengong cukup lama. Semua pemahaman keislaman saya selama ini jadi jungkir-balik dan berantakan. Dan semua itu malah saya temukan di LIPIA di Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Mazhab.

Dipublikasikan kembali dari akun Facebook Ustz. Ahmad Sarwat

1 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah ustadz akhirnya menyadari. Take it easy wahai ustadz yg dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran janganlah manusia membebankan diri dengan hal yang sekiranya memberatkannya. Jalani yang menjadi keyakinan, yang didukung banyak dalil.

    Allah SWT tidaklah mempersulit hamba2Nya. Yang terpenting menjalani perintahNya, menjauhi laranganNya, berdasarkan Al-Quran dan Hadits

    Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan-kekhilafan kita sebagai mahluk yang tiada sempurna. Dan menerima amal dan ibadah kita.
    Aamiin yaa Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here