10 Hal yang Membuat Hati Mati Hingga Doa Sulit Terijabah

3
393

BincangSyariah.Com – Hati ibarat lampu. Ia terkadang terang, dan terkadang redup atau bahkan bisa mati. Abu Nu’aim Al-Isyfahani dalam karyanya Hilyah Al-Awliya wa Thabaqat Al-Asyfiya (juz 8, hlm 15) mengutip pesan Syekh Ibrahim bin Adham untuk penduduk Basrah, Irak, terkait 10 hal yang dapat membuat hati mati hingga doa sulit terijabah.

قَالَ شَقِيْقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ مَرَّ إِبْرَاهِيْمُ ابْنُ أَدْهَمَ فِي أَسْوَاقِ الْبَصْرَةِ فَاجْتَمَعَ النَّاسُ إِلَيْهِ فَقَالُوْا لَهُ يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ فِي كِتَابِهِ اُدْعُوْنِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ وَنَحْنُ نَدْعُوْهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلَا يَسْتَجِيْبُ لَنَا قَالَ فَقَالَ إِبْرَاهِيْمُ:  يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ

أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ والثَّانِي:  قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ وَالثَّالِثُ:  ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ, وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ وَالْخَامِس:  قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا, وَالسَّادِسُ:  قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا، وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَالثَّامِنُ:  اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ، وَالتَّاسِعُ:  أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا، وَالْعَاشِرُ:  دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ

Syaqiq bin Ibrahim bercerita, “Ibrahim bin Adham pernah melintasi pasar Basrah,  lalu banyak orang berkerumun mendekatinya, mereka bertanya:  “Abu Ishaq (julukan Ibrahim bin Adham),  Allah Swt. berpesan dalam Kitab-Nya, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kan kabulkan untuk kalian (Qs. Al-Mumin: 60)”. Tapi kami berdoa kepada Allah bertahun-tahun, namun Ia belum kabulkan kami”. Ibrahim pun berkata: “Hai penduduk Basrah, itu sebab hati kalian telah mati karena 10 hal. (Baca: Lima Cara Mengobati Hati yang Mati)

Pertama, kalian mengenal Allah tapi kalian tidak tunaikan hak-Nya; kedua, kalian membaca Kitab Allah, tetapi kalian tidak mengamalkannya; ketiga, kalian mengklaim mencintai Rasulullah saw, tetapi meninggalkan sunnahnya; keempat, kalian mengklaim memusuhi setan, tetapi kalian malah bermufakat dengannya; kelima, kalian mengatakan mencintai surga, tetapi kalian tidak beramal untuk surga; keenam, kalian mengatakan takut api neraka, tetapi kalian malah menggadaikan diri untuk masuk neraka; ketujuh, kalian mengatakan sesungguhnya kematian itu pasti terjadi, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk itu; kedelapan, kalian sibuk menguntit aib saudara kalian, tetapi kalian tutup mata dengan aib sendiri, kesembilan, kalian memakan nikmat Allah Swt, tetapi kalian tak mensyukuri-Nya, dan kesepuluh, kalian menguburkan jenazah saudara kalian, tetapi kalian tak mau mengambil pelajaran dari itu semua.

Baca Juga :  Hukum Utang Mata Uang Dolar, Boleh Bayar Pakai Rupiah Atau Harus Dolar?

Wallahu A’lam Bissawab.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here