Zawiyah Arraudhah Kembali Mendatangkan Syekh dari Mesir

2
349

BincangSyariah.Com – Zawiyah Arraudhah kembali mendatangkan syekh dari Mesir, yakni Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa untuk mengkaji sekaligus ijazah sanad kitab Minhajul Arifin karya Imam Al-Ghazali. Kajian ini adalah untuk umum baik ikhwan maupun akhwat yang diadakan selama dua hari, mulai dari Sabtu, 16 Maret 2019/9 Rajab 1440 H. mulai pukul 20.00 WIB hingga sekitar pukul 21.30. Kemudian dilanjut hari Ahad, 17 Maret 2019/10 Rajab 1440 H. WIB mulai pukul 13.00 hingga selesai.

Syekh Hisyam lahir di Cairo pada 4 April 1972 dan menamatkan S1 di Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Azhar pada tahun 1995. Selanjutnya beliau meneruskan pasca sarjana S2 di Akademi John Hifer Inggris bidang Fikih Islam pada tahun 2008 dan S3 di lembaga yang sama pada tahun 2012 di sela kesibukan beliau sebagai imam dan khatib Kementerian Wakaf di Masjid Zhahir Bybras kawasan Midan Greish Cairo. Selain di masjid tersebut, beliau juga mengisi pengajian di beberapa masjid, antara lain Masjid Amr bin Ash (Syamail Muhammadiyah), Masjid Asad bin Furat (Syamail Muhammadiyah), Masjid Syaikh Shalih Ja’fari (Asmaul Husna), Masjid Al-Azhar (Tafsir Jalalain), Madhyafah Syaikh Said Ad-Dah (Sirah), Markas Al-Itqan (Tasawuf).

Sebelumnya, Zawiyah Arraudhah juga pernah mendatangkan Syekh Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani dari Kairo- Mesir selama empat hari di awal tahun 2018 untuk mengkaji tiga risalah karya Abu Fadhl Al-Arif billah Syekh Abdullah bin Shidiq Al-Ghumari. Selain itu, Syekh Muhammad Fadhil A-Jilani, cicit Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ke 25 dari Turki pun pernah mengisi kajian dan ijazah sanad kitab di Zawiyah Arraudhah.

Zawiyah Arraudhah merupakan organisasi keagamaan yang menganut thariqah Qadiriyah Syadziliyah yang diprakarsai oleh Muhammad Danial Nafis. Zawiyah Arraudhah bertempat di daerah Tebet Barat Jakarta Selatan ini juga mengadakan majelis zikir setiap Jum’at mulai pukul 17.00-21.00, kajian kitab Riyadhus Shalihin di hari Rabu pukul 19.30 dan Tafsir Jalalain serta Bahrul Madid setiap hari Senin pukul 19.30 oleh oleh Ustadz Deden Sajidin, Lc, dan kajian-kajian lainnya. Dan Zawiyah Arraudhah juga telah membuka pendidikan pesantren khusus laki-laki usia 15-35 tahun.

Baca Juga :  Pandangan Bin Bayyah Terhadap Jargon ‘Mengikuti Sunnah’

Di awal pembukaan kajiannya, Syekh Hisyam Kamil menerangkan lika-liku perjalanan hidup imam Al-Ghazali hingga menjadi seorang ulama yang mumpuni di segala bidang, khususnya di bidang Tasawwuf.

Selain itu, Syekh Hisyam juga menjelaskan bahwa jalan menuju Allah Swt. awalnya adalah ikhlas, yakni jujur dengan diri sendiri, bukan kepada orang lain, ikhlas itu kemudian mengantarkan kepada ilmu, dan ilmu mengantarkan kepada ketaatan, lalu ketaatan itulah yang dapat mengantarkan kita kepada Allah Swt. Oleh karena itu, di dalam kitab imam Al-Ghazali ini dijelaskan ketaatan-ketaatan seperti niat, zikir, syukur, dan sejenisnya.

Syekh Hisyam juga menjelaskan bahwa Imam Ibnu Athaillah pernah mengatakan obat hati yang gelap adalah istighfar kepada Allah, lalu membaca Lailaha illallah, dan ditutup dengan salawat. Dan dua salawat yang sudah mujarab untuk sampai dengan Allah Swt. dengan cepat adalah dalailul khairat, yakni kumpulan salawat yang disusun oleh Imam Al-Jazuli dan salawat Burdah, salawat dalam bentuk syiir yang disusun oleh Imam Al-Bushiri. Bahkan Imam Al-Baijuri menjelaskan bahwa siapa yang membaca bait yang kedelapan dari salawat Burdah setelah salat Isya’, maka ia akan melihat Rasulullah saw. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here