Uni Emirat Arab Meluncurkan Aplikasi Mufti Virtual

0
1260

BincangSyariah.Com – Kecanggihan teknologi yang terus melesat semakin membuatnya masuk ke banyak sendi-sendi kehidupan manusia, sosial, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, hingga persoalan keagamaan. Terkait dengan kecanggihan teknologi dan persoalan keagamaan, Uni Emirat Arab lewat lembaga Dairatu as-Syu’un al-Islamiyyah wa al-‘Amal al-Khairii/Islamic Affairs & Charitable Activities Department (IACAD) baru-baru ini meluncurkan teknologi Mufti Virtual di kota Dubai, 29 Oktober yang lalu. Hadir dalam peluncuran diantaranya Ahmed Abdul Aziz al-Haddad (Direktur IFTA Departement) dan Khalfan Juma Belhoul (CEO Dubai Future Foundation). Peluncuran dilaksanakan di Emirates Towers dalam bentuk pameran selama tiga hari dan pengunjung dapat mencobanya.

Teknologi berbasis kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) ini diklaim sebagai model pelayanan fatwa pertama berbasis AI. Cara kerja mufti virtual ini adalah, orang yang menanyakan fatwa kini tidak perlu lagi menunggu jawaban dari sejumlah ulama yang memang bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaan. Dengan mengklik ikon chat with us di situs iacad.gov.ae, kemudian kita akan ditawarkan akan menggunakan bahasa Arab atau bahasa Inggris.

Selanjutnya, seseorang dapat langsung menanyakan pertanyaan dan mendapatkan jawaban secara langsung (real-time). Namun, di tahap pertama, teknologi ini baru mampu mampu menjawab 205 pertanyaan, seperti dikutip dari gulfnews.com. Pertanyaan yang ada baru terkait dengan shalat, puasa, wudhu, dan beberapa persoalan keuangan. Kedepannya, seperti dijelaskan Tariq Al Emadi selakukan Kepala Bidang Fatwa, jawaban-jawaban yang merupakan hasil dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk akan ditambahkan. Selain itu, tahap berikutnya akan tersedia lewat aplikasi Whatsapp dan aplikasi khusus yang dapat diunduh di Google Play dan Apple Store.

Kami pun menguji coba aplikasi tersebut. Ketika kita memberikan pertanyaan yang tidak dapat dipahami atau belum tersedia, secara otomatis akan dijawab “tidak dipahami” atau tidak dapat menemukan jawabannya. Ketika kita memasukan satu kata kunci, biasanya akan diberikan rekomendasi pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia dan memuat kata kunci tersebut. Jika jawaban ditemukan, secara otomatis akan dijawab “kami memahami pertanyaan anda”.

Baca Juga :  Habib Luthfi: Jangan Langsung Minum Setelah Makan

Mengutip alaraby, menurut Grand Mufti UAE, Mohamad Ayada Ayoub AL-Kobaisi, program Mufti Virtual ini akan membantu menjadi solusi terhadap 130.000 permintaan fatwa yang masuk setiap tahunnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here