Tentang Yel Pramuka Islam Yes Kafir No, Gus Mus: Merendahkan Keberagaman

0
1258

BincangSyariah.Com – K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa dengan panggilan Gus Mus, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang mengomentari kejadian seorang Pembina Pramuka yang mengajarkan yel-yel Pramuka Tepuk Islam, dengan menggunakan ungkapan Islam Yes, Kafir No. Gus Mus, seperti dikutip Tirto, mengomentari pernyataan SARA tersebut adalah acara dialog kebangsaaan “Merawat Persatuan Menghargai Keberagama” di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Selasa (14/1/2020) pagi.

“Kok ada Pramuka kok yel-nya Islam Yes Kafir No,” kata kyai yang juga dikenal luas sebagai penyair dan pelukis ini. “Wong mendem (jawa: orang mabuk) kok sampai begitu. Itu merusak betul. Merusak. Menyakitkan sekali karena itu dilakukan oleh orang yang mengaku beragama,” tambahnya.

Seharusnya, kata beliau, perbedaan harusnya disikapi dengan lebih bijak. Karena, menurutnya, mengingkari perbedaan adalah melawan kehendak Tuhan.

Peristiwa yel ‘Islam Yes Kafir No’ terjadi di SD N Timuran Kota Yogyakara, jumat (10/1) lalu. Pembina yang mengucapkan tepuk Islam tersebut adalah peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) Kwartir Cabang (Kwarcab) Yogya yang sedang mengadakan praktik di SD tersebut.

Peristiwa tersebut menjadi viral setelah salah seorang orangtua murid berinisial K menyampaikan protesnya di media sosial. Tangkapan layar Whatsapp-nya yang berisi pernyataan protes K kemudian tersebar ke berbagai Whatsapp Group di Yogya.

“Baru tahu saya ada pembina Pramuka yang ngasih pembinaan ke anak SD Negeri dengan mengajarkan tepuk RASIS. Iya, kebetulan tadi di sekolah kakak ada kedatangan pembina pramuka. Lalu salah satu pembina pengajaran tepuk Islam. Di akhir tepuk ada yel-yel ‘Islam Islam yes, kafir-kafir no’. Sebagai orang tua siswa aku proteslah,” tulis K seperti dikutip dari Detik.

K bisa melihat peristiwa tersebut karena saat itu dia sedang menjemput anaknya dan tak sengaja melihat praktik pembinaan Kwarcab di dalam kelas tersebut. Kejadian itu mulanya berjalan normal, namun dirinya kaget karena ada yel-yel menyinggung soal kafir tadi.

Baca Juga :  Gus Mus Jelaskan Cara Menyenangkan Allah

Dikontak secara terpisah, kepala SD N Timuran Kota Yogya, Esti Kartini mengklarifikasi kalau Pembina Pramuka yang mengajarkan tepuk bernada rasis itu bukan staf pengajarnya. “Itu bukan Pembina kami. Kami cuma ketempatan, itu kegiatannya Kwarcab Kota. Setelah ini kita akan klarifikasi ke Kwarcab,” jelas Esti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here