Temu Nasional Jaringan Gusdurian: Menggerakkan Masyarakat, Memperkuat Indonesia

0
22

BincangSyariah.Com – Kabar gembira datang dari Jaringan GUSDURian. Jaringan yang beredar di seluruh penjuru Indonesia ini menyelenggarakan Temu Nasional Penggerak GUSDURian (TUNAS) tahun 2020.

Kegiatan tersebut bertemakan “Menggerakkan Masyarakat, Meneguhkan Indonesia”. TUNAS adalah even dua tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Jaringan GUSDURian sejak tahun 2014.

Kegiatan ini diadakan untuk mempertemukan penggerak dari seluruh dunia. Pada tahun ini TUNAS diselenggarakan secara daring karena kondisi pandemi Covid-19.

Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan selama sepuluh hari, mulai 7 Desember hingga 16 Desember 2020.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang akan diisi dengan orasi kebangsaan dari Koordinator Jaringan GUSDURian Alissa Wahid.

Alissa Wahid akan menyampaikan refleksinya atas gerakan Jaringan GUSDURian yang diinisiasi oleh keluarga, sahabat, dan pengikut Gus Dur pada tahun 2010 lalu, setahun setelah Gus Dur wafat.

Pada usianya yang ke-10, Jaringan GUSDURian tumbuh menjadi jaringan yang cukup besar.

Saat ini ada kurang lebih 130 komunitas yang bergabung dengan Jaringan GUSDURian, baik di dalam atau pun luar negeri.

Di luar Indonesia, ada lima komunitas yakni di di Kuala Lumpur (Malaysia), Bangkok (Thailand), Iran, Jeddah (Arab Saudi), dan United Kingdom.

Komunitas yang tergabung dalam Jaringan GUSDURian berupaya untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur di berbagai bidang non-politik praktis.

Selain itu, ada pula pembacaan puisi oleh ‘Sang Clurit Emas’ D. Zawawi Imron, salah seorang kiai budayawan yang juga sahabat Gus Dur.

Zawawi Imron akan membacakan puisi khusus untuk momentum TUNAS 2020 ini.

Setelah pembukaan, rangkaian dilanjutkan dengan forum isu strategis seperti:  negara dan agama, demokrasi dan kewargaan, lingkungan dan sumber daya alam, hukum dan HAM, pribumisasi Islam, ekosistem pendidikan, ekonomi kerakyatan, regresi demokrasi dan transisi digital, serta isu kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, digelar pula panggung budaya, ruang berbagi, ruang inspirasi, konferensi pers, dan penutupan yang dibarengkan dengan Haul Gus Dur pada 16 Desember 2020 mendatang.

Ketua panitia, Mukhibullah Ahmad, menyatakan bahwa TUNAS 2020 diselenggarakan karena kebutuhan penyelarasan arah gerak Jaringan GUSDURian.

Meski tidak bisa bertatap muka, dengan hadirnya teknologi memudahkan para penggerak untuk bertemu di ruang virtual.

“Hal yang terpenting kita bisa tetap bersilaturrahmi meski belum bisa bertatap muka secara langsung,” ujar Mukhibullah.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan dan antusiasme berbagai pihak atas terselenggaranya rangkaian kegiatan ini,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, hingga Senin (7/12), jumlah pendaftar di berbagai kegiatan TUNAS sudah lebih dari seribu orang yang terdiri dari penggerak aktif dan masyarakat umum.

“Kami juga memfasilitasi tayangan langsung (live streaming) melalui Facebook bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar atau yang di daerahnya mengalami kendala sinyal,” jelasnya.

Ia berharap rangkaian TUNAS 2020 ini berjalan dengan sukses dan lancar serta mendatangkan manfaat bagi bangsa Indonesia.

“Gus Dur sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan,” pungkasnya.

Untuk mengikuti acara ini, link pendaftaran peserta bisa diakses melalui: https://s.id/registrasitunas. Contact Person: 0896-6487-4730 (Della).[] (Baca: Gusdurian Ajak Warga hingga Influenser Bantu Kebutuhan Ekonomi Warga Rentan Corona)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here