Syekh Al-Azhar Kecam Pemenggalan Guru di Prancis

0
12

BincangSyariah.Com – Kasus pemenggalan guru di Prancis mendapatkan respons dari banyak pihak. Samuel Paty, guru yang menjadi korban pemenggalan di Prancis, sempat menjadi target kemarahan orang tua murid.

Paty dikritik lantaran telah menggunakan kartun Nabi Muhammad Charlie Hebdo untuk mengajar materi kebebasan berpendapat. Hal tersebut terjadi pada awal Oktober tahun lalu. Salah satu orang tua murid bahkan membawa masalah tersebut ke media sosial.

“Pada 7 Oktober 2019, salah satu orang tua murid menggunakan media sosial Facebook untuk menggalang dukungan agar bisa memecat Paty,” jelas Jaksa penuntut tindak pidana terorisme, Jean-Francois Ricard kepada CNN.

Aksi tersebut membuat Paty tidak tinggal diam dan membalas dengan membawa aduan-aduan tersebut ke Kepolisian. Ia melaporkan aksi tesebut sebagai pencemaran nama baik. Beberapa hari setelah laporan tersebut, Paty dibunuh oleh Abdoullakh Abouyezidovitch.

Abdoullakh Abouyezidovitch adalah seorang remaja berusia 18 tahun. Ia berasal dari Chechnya dan langsung mencari di sekolah tempat ia bekerja, College du Bois d’Aulne. Ia diduga mengetahui tentang Paty dari sebuah postingan yang diunggah seorang orang tua murid di media sosial.

Total ada sembilan orang yang ditahan oleh Kepolisian Prancis untuk dimintai kekerangan terkait kasus pembunuhan Paty. Beberapa di antaranya adalah orang tua murid dan anggota keluarga Abdoullakh Abouyezidovitch.

Abdoullakh Abouyezidovitch tewas setelah ditembak oleh Kepolisian di hari yang sama saat ia memenggal Paty. Ada sejumlah bukti perihal tentang rencana membunuh Paty yang sudah ditemukan. Bukti tersebut adalah pesan-pesan yang diunggah di Twitter.

Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad al-Thayeb, menyatakan bahwa beliau mengecam aksi pemenggalan guru di Prancis tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa menghina agama atas nama kebebasan berbicara merupakan sebuah bentuk dari undangan untuk kebencian. (Baca: Moderasi Beragama: Tidak Ekstrem dan Tidak Pula Menggampangkan)

Baca Juga :  Kajian Rumahan; Memahami Sifat Rahman dan Rahim Allah Serta Mengamalkannya

Hal tersebut disampaikan oleh Syekh al-Thayeb dalam pertemuan dengan para pemimpin Kristen, Yahudi, dan Budha. Dalam pertemuan tersebut hadir Paus Fransiskus dan Kepala Rabi Prancis Haim Korsia- di Capitol Square Roma, Italia, pada Selasa (20/10).

Para pemimpin agama tersebut berkumpul untuk menandatangani seruan bersama untuk perdamaian. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa Islam tidak ada sangkut pautnya dengan pemenggalan seorang guru Prancis, Samuel Paty, pada Jumat lalu.

“Sebagai seorang Muslim dan Syekh al-Azhar, saya menyatakan bahwa Islam, ajarannya, dan Nabi Muhammad tidak bersalah atas kejahatan teroris yang keji ini,” ujar Syekh al-Thayeb, seperti diberitakan oleh Alarabiya pada Rabu (21/10).

“Tapi di saat yang sama, saya menekankan bahwa menghina agama dan menyerang simbol sucinya dengan dalih kebebasan berekspresi adalah sebuah standar ganda intelektual dan undangan terbuka untuk kebencian,” tegasnya.

Grand Syekh juga menjelaskan bahwa seorang teroris tidak berbicara dan mewakili agama tertentu. Beliau menghubungkan apa yang terjadi di Prancis dengan kejadian teroris di Selandia Baru. “Teroris ini tidak berbicara untuk agama Nabi Muhammad (Islam), sama seperti teroris di Selandia Baru yang membunuh Muslim di masjid berbicara untuk agama Yesus,” jelasnya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, pemenggalan guru di Prancis berawal dari kasus Samuel Paty yang menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas.

Hal tersebut membuat marah seorang wali murid yang kemudian mengambil tindakan dengan menggalang kampanye online untuk melawan Paty. Sejak saat itu, Paty pun menjadi sasaran ancaman daring. Terkait dengan insiden tersebut, polisi setempat telah menangkap 16 orang, termasuk empat keluarga Anzorov.

Pada September 2020, majalah satire Prancis Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad. Hal tersebut kemudian dikecam dunia Islam, termasuk adanya kecaman dari Universitas Al-Azhar Mesir.[]

Baca Juga :  Tiga Tingkatan Shalat Malam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here