Syaikh Bin Baz Haramkan Memakai Kaos dan Topi Tauhid

11
13645

BincangSyariah.Com – Saat ini sedang marak dijumpai berbagai atribut dan pakaian sehari-hari yang bertuliskan kalimat tauhid atau dihiasi dengan kaligrafi ayat Alquran. Mulai dari cincin, gelang, selendang, baju, topi, bendera dan lain sebagainya. Berikut fatwa Syaikh bin Baz tentang memakai pakaian bertuliskan kalimat tauhid, sebagaimana disebutkan dalam web resmi beliau.

Menurut beliau, pakaian seperti baju dan kaos yang bertuliskan kalimat tauhid atau ayat Alquran tidak boleh dipakai, bahkan haram memakainya. Hal ini karena nantinya akan menyebabkan kalimat tauhid yang terdapat pada baju tersebut diremehkan. Seperti misalnya diinjak, terkena najis, diletakkan di tempat yang tidak layak atau dijadikan alas duduk dan tidur.

Terkait keharaman memakai baju bertuliskan kalimat tauhid atau ayat Alquran ini, beliau beralasan bahwa menjaga kemuliaan kalimat tauhid dari najis dan dari tempat yang tidak layak adalah wajib. Sebaliknya, meremehkan dan tidak memuliakan kalimat tersebut adalah haram. Beliau berkata;

هكذا الثياب التي يكون فيها أسماء الله أو آيات لا يجوز لبسها؛ لأنها وسيلة إلى أن تمتهن أو يصيبها النجاسة من حيض أو غيره، أو تلقى فيطأ عليها الناس أو يجلس عليها الناس؛ فلهذا حرم لبسها وحرم جعلها وسائد أو بسط؛ لأن هذا يفضي إلى امتهانها بالقعود عليها والوطء عليها ونحو ذلك

“Begitu baju yang di dalamnya terdapat nama-nama Allah atau ayat Alquran tidak boleh memakainya. Karena hal tersebut menjadi wasilah atau penyebab kalimat tersebut diremehkan atau akan terkena najis seperti darah haid atau lainnya. Atau diletakkan (di suatu tempat) sehingga diinjak manusia atau diduduki oleh mereka. Karena itu, haram memakai baju tersebut dan haram menjadikannya sebagai bantal atau alas. Hal tersebut akan menyebabkan nama-nama Allah atau ayat Alquran tersebut diremehkan dengan diduduki, diinjak dan lain sebagainya.”

Baca Juga :  Bolehkah Membatalkan Lamaran?

Selain itu, keharusan memuliakan hal-hal yang diagungkan oleh Allah didasarkan pada surah Al Hajj ayat 30, Allah berfirman;

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya.”

Ayat ini berisi anjuran untuk senantiasa mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah, termasuk nama-namaNya dan kitabNya, Alquran. Menurut Imam Al-Laits, sebagaimana dikutip Imam Al-Baghawi dalam kitab Tafsirul Baghawi, apapun hal-hal yang dihormati oleh Allah, maka tidak boleh dihina dan diremehkan.

11 KOMENTAR

  1. “saat ini sedang marak atribut bertuliskan tauhid seperti bendera dll”. Padahal bendera tauhid sudah marak ribuan taun sebelum sekarang, dan bendera Arab Saudi ada kalimat tauhid beserta pedang, dan syaikh bin baz adlh mufti saudi. Piye iki?

    • Bismillahirrahmanirrahiim..

      Wahai saudariku.. kutiplah tulisannya dengan lengkap, ‘Saat ini sedang marak dijumpai berbagai atribut dan pakaian sehari-hari yang bertuliskan kalimat tauhid atau dihiasi dengan kaligrafi ayat Alquran. Mulai dari cincin, gelang, selendang, baju, topi, bendera dan lain sebagainya. ‘

      Dan ini adalah kalimat pembuka dari penulis website bukan dari Syaikh Bin Baz, maka wajar jika penulis website menulis muqoddimah dengan seperti ini karena memang di Indonesia tengah marak atribut-atribut bertuliskan lafadz tauhid.

  2. untuk menghilangkan..kalimat tauqid..dari bendera kaos…atau baju ..sapu tangan..celana..bisa dgn cara di cuci pakai.air..atau..di guntik kecil2.atau di bakar jadi abu…dah hilang musnah…itu yg terbaik contoh alqur’ an pada jaman ustman yg menimbulkan..keributan antar bani..suku yg berbeda2..versi..maka al qur’an di bakar yg tidak betstandar…bahkan jika utsman tidak mau membakarnya.maka ali bin abi tholib yg akan membakarnya .qur’an 2 yg tak berstandar..yg jadikan ketibutan saling benar sendiri di antara bani2 lainya..bisa malah saling perang antar.bani.sesama muslim…wsh gawat juga…jika ga bertindak cpat ..ustman sama ali.bi abu tholib….

  3. Tapi dalam sejarah lain menyatakan bahwa Al-Qur’an yg mendekati kebenaranya hingga 90% adalah milik Ibnu Maksum dan salinan Ali .yg isi ayatnya mencapai 70rban.dan yang paling banyak di hilangkan adalah ayat2 yg berisikan teknologi..
    Dan sampai sekarang masih ada Ter sisa punya Ibnu Maksum ada di Rusia dan Ali ada di Iran.

    Dan di pastikan kan negara inilah yg paling maju di bidang teknologi..

    Hanya sejarah saja…
    Karena yg bikin sejarah dan isinya adalah pemenang perang itu sendiri .sang penguasa saat itu.kaum Usmaniyah
    Yg Al-Qur’an nya kita pakai saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here