Potensi Pemanfaatan Wakaf Asuransi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
77

BincangSyariah.Com –  Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Ahmad Sya’roni mengatakan asuransi wakaf dalam wujud asuransi syariah mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

Produk asuransi ini berupa polis asuransi syariah yang mana nilai dan manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama, dengan sepengetahuan ahli waris. Peluncuran wakaf asuransi syariah dimungkinkan dengan Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

“Wakaf, merupakan bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tidak terputus,” jelasnya dalam Bincang santai jelang buka puasa; Potensi Pemanfaatan Wakaf Asuransi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Selasa (14/5/2019).

Sementara AVP Syariah Operasional PT Prudential Life Insurance (Prudential Indonesia), Bondan Margono menilai produk asuransi syariah dengan program wakaf dapat memberikan tawaran menarik kepada masyarakat muslim Indonesia. Bahkan program ini bisa menjadi solusi yang memberikan banyak manfaat kepada nasabah.

Sebab menurutnya, wakaf asuransi bisa menjadi solusi untuk semua, karena wakaf asuransi memberikan proteksi manfaat asuransi, sekaligus menyediakan opsi wakaf bagi nasabah.

“Satu solusi untuk semua. Proteksi untuk keluarga dapat, untuk sesama sebagai ibadah juga dapat. Saling membantu selama hidup bahkan hingga tidak ada di dunia,” ujarnya.

Wakaf berpotensi membantu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan masalah sosial setra mendukung perkembangan perekonomian Indonesia, namun masih sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahwa wakaf berupa tanah, padahal wakaf memiliki berbagai jenis salah satunya adalah wakaf uang atau tunai yang lebih fleksibel dan mudah.

Apalagi berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi wakaf di Indonesia mencapai angka Rp180 triliun. Sedangkan pada tahun 2017, total penghimpunan dana wakaf baru mencapai Rp400 miliar.

Baca Juga :  Setiap Rabu Jam 20.00-20.30, Live Streaming Pengajian Shahih al-Bukhari

“Lalu bagaimana ini caranya agar angka Rp400 miliar itu bisa meningkat? Yakni dengan cara mengeluarkan tabungan wakaf, asuransi wakaf, sukuk wakaf dan lain-lain,” kata Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Muhammad Yusuf Helmy sebagaimana dilansir dari WartaEkonomi.co.id

Sementara itu pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, ekonomi syariah memiliki potensi yang besar di tingkat global, di tingkat dunia. Mengutip Menteri Bappenas, Presiden mengatakan, potensi itu di tahun 2023 akan mencapai 3 triliun dollar atau kurang lebih Rp45.000 triliun.

Menurutnya, sudah saatnya semua elemen masyarakat  membangkitkan potensi ekonomi syariah di Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Inilah pekerjaan besar kita bersama-sama,” ujar Presiden Jokowi.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here