Polisi New York Ubah Kebijakan Melepas Jilbab

0
28

BincangSyariah.Com – Kabar baik datang dari Departemen Kepolisian New York (NYPD) Amerika Serikat. NYPD setuju untuk berhenti memaksa para perempuan Muslim untuk melaksanakan kebijakan melepas jilbab dalam sesi foto penangkapan dan penahanan.

NYPD setuju mengubah kebijakan tersebut dan mengizinkan orang-orang beragama Islam untuk difoto dengan penutup kepala. Mereka mengizinkan hal tersebut selama wajah mereka dibiarkan terlihat.

Kebijakan tersebut diambil karena beberapa tuntutan hukum yang mahal atas praktik tersebut. Salah satu gugatan berasal Jamilla Clark dan Arwa Aziz, dua orang yang mengalami insiden terpisah sebab diharuskan melepas jilbab atas permintaan departemen kepolisian.

“Mengerikan bahwa ini terjadi selama bertahun-tahun di New York dan kota kami mengkhianati nilai-nilai inklusi agama. Tapi sekarang kami tidak akan melihat lagi warga New York yang menjadi sasaran kebijakan diskriminatif ini,” kata Albert Fox Cahn pada Middle East Eye, pengacara yang mewakili gugatan mereka.

Dalam gugatan tersebut, Clark menceritakan bahwa ia telah menangis dan merasa telanjang setelah dipaksa melepas jilbabnya selama berjam-jam. Ia kemudian ditahan pada Januari 2017 dengan tuduhan tingkat rendah dengan alasan melanggar perintah perlindungan.

Pada Agustus 2017, Aziz ditangkap atas tuduhan yang sama di Brooklyn. Ia mengatakan para polisi menyuruhnya untuk melepas jilbab untuk membuat foto penangkapan resmi di lorong yang ramai dengan puluhan tahanan pria.

Perubahan kebijakan melepas jilbab tersebut adalah bukti bahwa perlindungan untuk semua kelompok agama ditegakkan. Penyelesaian yang baru membuat pihak berwenang tidak akan diizinkan memaksa perempuan melepas penutup kepala kecuali diperlukan untuk kasus yang memerlukan penggeledahan.

Departemen NYPD juga telah setuju untuk mendokumentasikan setiap contoh kasus di mana polisi memaksa seseorang untuk melepaskan penutup kepala terkait agama selama tiga tahun ke depan.

Baca Juga :  Pakar: Jilbab Sebagai Simbol Perlawanan Pada Masa Orde Baru

Para petugas kepolisian pun akan dilatih bertindak dan memungkinkan narapidana tetap mengenakan penutup kepala untuk menghormati privasi, hak, dan keyakinan agama mereka masing-masing.

Perubahan kebijakan melepas jilbab yang dicapai oleh pengadilan distrik federal di Manhattan juga akan memungkinkan kelompok agama lain untuk mengenakan jenis penutup kepala lain.

Penutup kepala lain yang dimaksud adalah kopiah dan wig yang biasa dikenakan oleh Yahudi Ortodoks dan turban yang biasa dikenakan oleh Syiah. Perjanjian perubahan kebijakan melepas jilbab tersebut adalah contoh terbaru dari perubahan kebijakan NYPD untuk mengakomodasi praktik keagamaan.

Usai gugatan yang sama diajukan pada 2016, departemen tersebut akhirnya menyetujui kebijakan baru dan mengizinkan petugas memakai serban dan menumbuhkan jenggot dengan alasan agama.

Patricia Miller, Kepala Divisi Litigasi Federal Khusus Departemen Hukum Kota, memuji perubahan kebijakan melepas jilbab yang terbaru sebagai reformasi yang baik untuk perkembangan NYPD ke depannya.

Ia menyatakan, “kita dengan hati-hati menyeimbangkan rasa hormat departemen untuk keyakinan agama yang dipegang teguh dan kebutuhan penegakan hukum yang sah untuk mengambil foto penangkapan, dan harus menjadi contoh bagi departemen kepolisian lain di negara ini.”

Melepas jilbab dengan paksaan adalah hal biasa di New York dan sering mengakibatkan proses pengadilan. Pada April 2020, seorang perempuan Muslim mengajukan gugatan federal terhadap departemen polisi Yonkers di New York setelah dipaksa melepas jilbabnya untuk foto mugshot.

Pada Juni 2020, Muslimah bernama Alaa Massri, 18 tahun, yang merupakan seorang aktivis Black Lives Matter, ditangkap setelah bentrokan pecah antara demonstran dan polisi dan dipaksa melepas jilbab di Miami, Florida.

Massri menyatakan bahwa pada saat itu, ia dibiarkan tanpa jilbab selama tujuh jam. Foto-foto yang diambil pada saat itu disediakan untuk media yang tak terhitung jumlahnya. Beberapa di antaranya menerbitkan fotonya secara daring.

Baca Juga :  Penggalangan Dana NU Care Berhasil Membebaskan Ibu Eti dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Perubahan kebijakan melepas jilbab pada saat pemeriksaan dan penahanan ini adalah langkah yang baik untuk kepolisian di New York. Kini, peraturan di kepolisian New York semakin ramah dengan berbagai agama yang ada.[] (Baca: Doa Ketika Hendak Melepaskan Jilbab dan Cadar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here