Pesta Juara Liverpool Tanpa Alkohol Untuk Menghormati Mane dan Salah

0
18

BincangSyariah.Com – Sadio Mane dan Mohamed Salah adalah dua pemain Liverpool yang beragama Islam. Hal itulah yang menyebabkan pesta juara The Reds digelar tanpa alkohol.

Sadio Mané lahir di Sédhiou pada 10 April 1992. Ia adalah pemain sepak bola profesional Senegal yang bermain sebagai gelandang sayap untuk klub Premier League Liverpool dan tim nasional Senegal.

Sadio memulai karier juniornya di Metz kemudian memulai karier seniornya di klub tersebut pada tahun 2011. Ia sempat bergabung dengan Red Bull Salzburg sebelum pada tahun 2014 pindah ke Southampton.

Pada 2017, ia pindah ke Liverpool dan menjadikannya pemain afrika termahal saat itu, sebelum di pecahkan Mohamed Salah pada musim berikutnya.

Bersama liverpool, ia menjuarai Uefa Champions League pada tahun 2019, dan menjadi pemain Senegal pertama yang memenangkan kejuaraan tertinggi di eropa.

Mohamed Salah Ghaly atau biasa disebut Mohamed Salah saja lahir pada 15 Juni 1992. Ia adalah pemain sepak bola profesional Mesir yang bermain sebagai penyerang untuk klub Inggris Liverpool dan timnas Mesir.

Salah memulai karier seniornya di klub tempat lahirnya, El Mokawloon di Liga Premier Mesir tahun 2010, langsung bergabung dengan Basel untuk harga dirahasiakan.

Di Swiss, ia menjadi bintang saat memenangkan titel liga di musim debutnya, memenangkan SAFP Golden Player Award dalam proses. Performa Salah kemudian menarik minat klub Premier League Chelsea, dan ia bergabung dengan harga £11 juta pada tahun 2014.

Namun, ia jarang digunakan di musim debutnya dan diizinkan pergi sebagai pinjaman ke klub Serie A Fiorentina dan Roma, dengan yang terakhir, membelinya secara permanen seharga €15 juta.

Klub sepakbola Liverpool merengkuh sukses besar musim lalu. Pasukan Juergen Klopp bisa mengakhiri puasa gelar juara Liga Inggris selama 30 tahun.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari performa gemilang Mane dan Salah. Kedua pemain asal Benua Afrika itu menjadi jur gedor andalan Liverpool.

Mane, yang berasal dari Senegal, bisa membuat 22 gol. Sementara Salah, yang merupakan pemain Timnas Mesir, melesakkan 23 gol.

Kapten Jordan Henderson menjelaskan, para pemain Liverpool menghormati kedua rekannya itu. Sampai-sampai, pesta juara liga yang diraih digelar tanpa alkohol.

“Perayaan mengangkat trofinya berlangsung tanpa alkohol karena Mo dan Sadio,” kata Henderson kepada The Times.

Ia menambahkan, “dengan tidak adanya intoleransi di ruang ganti, kenapa hal itu masih ada di luar sana?”

Secara pribadi, Henderson juga memuji bagaimana perjuangan Mane dan Salah menjadi salah satu pesepakbola terbaik saat ini. Ia mengaku terharu dengan keduanya.

“Saya melihat Sadio dan Mo dan mereka berasal dari pedesaan, sehingga apa yang mereka raih luar biasa,” jelasnya.

“Saat kami berada di kolam dan Sadio berenang, dia bilang dirinya belajar renang karena tinggal di kampung yang terletak di tepi sungai. Jadi, dia terbiasa berenang.”

“Saya melihat perjalanan saya dan merasa begitu beruntung, yang dari keluarga kelas pekerja, tapi saya tak pernah punya pengalaman yang mereka lalui seperti mereka,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here