Merespon Dokumen Abu Dhabi, Forum Titik Temu Mengadakan Temu Tokoh Lintas Agama

0
110

BincangSyariah.Com – Forum Titik Temu sebenarnya adalah serial diskusi yang biasa dilaksanakan oleh Nurcholish Madjid Society (NCMS). Ini adalah sebuah lembaga yang didirikan untuk meneruskan dan mengaktualisasikan gagasan-gagasan mendiang Nurcholish Madjid (Cak Nur). Kemarin (10/4), NCMS bersama dengan Wahid Foundation, Maarif Institute, Jaringan Gusdurian dan Yayasan Terang Surabaya mengadakan temu tokoh lintas agama di Hoten Ritz Carlton dengan tema “Persaudaraan Insani, Hidup Damai, dan Hidup Berdampingan”.

Pada kesempatan ini, hadir sejumlah intelektual muslim serta tokoh-tokoh lintas agama. Mulai dari Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif; Pakar Tata Negara dan Menteri di Era Gusdur, Prof. Dr. Mahfud MD; istri mendiang Gus Dur, Hj. Shinta Nuriyah Wahid ; istri mendiang Cak Nur, Omi Komaria Madjid; Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo; Pemuka Umat Buddha, Banthe Dammasubho; hingga Anggota BPIP, Sudhamek AWS; dan belasan tokoh lainnya.

Acara ini merupakan follow up dari penandatangan Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan yang ditandatangi oleh Grand Syekh al-Azhar Syaikh Ahmad Thayyib dan Paus Fransiskus selaku Pemimpin Katolik Dunia serta dihadiri ratusan tokoh agama dari seluruh dunia di Abu Dhabi, 4 Februari lalu.

Beberapa tokoh memberikan sambutan dan testimoni selama acara ini. Alissa Wahid, selaku ketua panitia acara ini mengatakan bahwa ketika dunia membicarakan dunia Islam yang damai, Indonesia selalu disebut – sebut bagaimana warga muslim Indonesia menjadi kontributor dan tulang punggung bagi demokrasi Indonesia bahkan dunia.

Bu Shinta, juga memberikan testimoninya. Menurutnya, saat ini ideologi kekerasan digunakan dengan menggunakan dan menyalahgunakan ajaran agama. kedua pimpinan organisasi besar Islam di Indonesia (NU-Muhammadiyah), penting untuk mengingatkan kembali mereka yang merasa lebih perkasa dari Tuhan, namun berbuat hanya untuk kepentingan kelompok saja.

Baca Juga :  Memaknai Mengindonesiakan Islam

Istri mendiang Cak Nur, ibu Omi Komaria Madjid dalam sambutannya menyatakan bahwa ada secercah harapan yang memberikan efek positif bagi kehidupan beragama, yaitu adanya pertemuan Grand Syekh Al-Azhar, Sayyed Ahmed al-Thayeb dan Pemimpin Gereja Katholik Dunia, Paus Fransiskus, di Abu Dhabi, awal Februari lalu. Pertemuan dua pemimpin agama dunia itu melahirkan Dokumen Persaudaraan Manusia (Document on Human Fraternity). Dan tentu kami sepakat, bahwa hal yang paling penting di muka bumi ini adalah manusia.

Ibu Omi juga menambahkan bahwa Dalam konteks bangsa kita, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang ditempa oleh pahit-getirnya penjajahan; bangsa yang digembleng oleh semangat revolusi kemerdekaan; bangsa yang didewasakan oleh pengalaman-pengalaman pahit proses pertumbuhan dan perkembangannya. Karena itu, kita harus tetap menyadari, bahwa di atas pundak kita terbebankan kewajiban suci mewujudkan cita-cita luhur para pendahulu kita; misalnya para perintis kemerdekaan bangsa, para pendiri negara, dan para pahlawan tanah air.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here