Majelis Fatwa Uni Emirat Arab Keluarkan Fatwa Terkait Virus Corona

0
1779

BincangSyariah.Com – Dengan semakin mewabahnya virus corona, Majelis Fatwa Uni Emirat Arab akhirnya mengeluarkan fatwa terkait virus corona pada Selasa kemarin (03/03/2020). Dalam fatwa tersebut, para ulama sepakat agar masyarakat mentaati Pemerintah dan mengikuti prosedur yang dijalankan untuk menghindari virus semakin menyebar. Kewajiban mentaati pemerintah tersebut sebagaimana yang telah tertuang dalam Al-Qur’an

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (QS. An-Nisa; 59)

Maka dengan ini Majlis Fatwa mengeluarkan fatwa dan harus ditaati oleh segenap masyarakat yang ada di UAE, di antaranya ada enam poin yang terangkum dalam putusan fatwa tersebut;

Pertama, semua kelompok masyarakat harus sepenuhnya mematuhi semua instruksi kesehatan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang yang telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit dan tidak diperbolehkan untuk melanggarnya dengan cara apa pun.

Kedua, bagi yg terkena virus atau diduga terkena virus tidak diperbolehkan mengunjungi tempat umum, dan tidak diperbolehkan ke Masjid baik itu untuk shalat berjamaah, Jumat, Ied. Harus menjalankan perintah dinas kesehatan untuk menjalani pengobatan sebagaimana yang sudah ditetapkan (karantina) agar tidak menyebar ke yang lain.

Ketiga, diperbolehkan untuk tidak mengukuti Shalat Jama’ah, Jum’ah, Ied maupun Tarawih bagi penduduk berusia lanjut, anak kecil, pengidap gangguan pernafasan dan tahan tubuh yang lemah, Dipersilahkan untuk Shalat dirumah juga Shalat Dzuhur dirumah sebagai ganti dari Shalat Jum’ah,

Keempat, bagi Jama’ah Umrah atau Haji harus menerima keputusan yang telah ditetapkan oleh pihak Saudi untuk kemaslahatan dan keselamatan bersama.

Kelima, semua pihak harus bekerja sama dengan berbagai pihak dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada mereka, masing-masing dengan caranya sendiri, untuk membatasi penyebaran penyakit dan agar mencari informasi resmi dari pihak yang berwenang untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

Keenam, mengajak dengan tulus kepada semua pihak dan individu untuk mengulurkan tangan, untuk membantu masing-masing dengan spesialisasinya dan tidak mengeksploitasi kasus-kasus seperti itu dengan menaikkan harga, terutama obat-obatan.

Ketujuh, fatwa ini diambil berlandaskan dasar hukum al-Qur’an, Sunnah, Ijma dan qiyas. Di antaranya;

Dalil dari al-Qur’an:

وَلَا تُلۡقُوا۟ بِأَیۡدِیكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri kedalam kebinasaan (QS. Al-Baqarah; 195)

Dalil dari Hadis:

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ اْلأَسَدِ

Menghindarlah kamu dari orang yang terkena judzam (kusta), sebagaimana engkau lari dari singa yang buas” (HR al-Bukhari).

Dalam hadits lain dijelaskan, orang sakit jangan menularkan kepada yang sehat, dan agar ia menahan diri untuk tidak menularkan kepada yang lainnya.

Landasan dari Ijma ulama

لا ضرر ولا ضِرار, درء المفاسد مقدم على جلب المصالح ومعنى

Jangan Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Mencegah lebih baik daripada mengobati dll.

Landasan dari Qiyas:

Nabi menyuruh mengeluarkan orang yang memakan bawang-bawangan yang belum dimasak atau dibakar karena bau, malaikat juga terganggu oleh bau-bauan yang tidak sedap. Dari sini diambil qiyas, saat di masjid jika karena bau saja dianggap mengganggu apalagi ini adalah virus yang bukan hanya mengganggu tapi juga berbahaya.

Untuk itu bagi yang usia lanjut, anak kecil, pengidap gangguan pernafasan, yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah saat kasus corona merebak seperti ini diperbolehkan untuk tidak berjama’ah dan jum’at, terlebih orang yang terkena virus maka tidak diperbolehkan ke Masjid karena mengganggu juga membahayakan kepada yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here