Cegah Corona, Saudi Hentikan Jamaah Umrah Hingga Tahun Depan

0
1260

BincangSyariah.Com – Arab Saudi pada hari Rabu (04/03/20) menunda ziarah umrah hingga tahun depan karena kekhawatiran akan virus corona baru yang menyebar ke kota paling suci di Islam tersebut. Sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menimbulkan ketidakpastian baru atas haji tahunan.

Kerajaan Saudi menghentikan ziarah bagi warga dan warganya sendiri, di atas pembatasan yang diumumkan pekan lalu pada peziarah asing ketika negara itu mengumumkan infeksi corona virus kedua pada seorang pria Saudi yang kembali dari Iran.

Kerajaan itu mengatakan penangguhan itu bersifat sementara, tetapi dengan umrah yang menarik jutaan orang setiap tahunnya, keputusan itu memiliki dampak potensial yang sangat besar.

Negara Teluk telah memutuskan “untuk menangguhkan umrah sementara waktu bagi warga dan penduduk di kerajaan itu”, ujar Kementerian dalam Negeri dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Badan Pers Saudi dikutip dari Chanel News Asia.

Selain larangan penangguhan umrah sementara tersebut, mereka juga dilarang melakukan kunjungan ziarah ke masjid Nabi di Madinah.

Dalam rangkaian pencegahan penyebaran virus corona ke wilayah Arab Saudi, Pemerintah sejak pekan lalu telah menangguhkan visa untuk umrah dan melarang warga dari Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam negara memasuki Mekah dan Madinah.

Hal ini sebab Pemerintah Saudi khawatir akan penyebaran coronavirus di Timur Tengah. Apalagi sejak Arab Saudi pada hari Rabu mengkonfirmasi kasus virus korona keduanya – setelah seorang warga negaranya yang kembali dari Iran.

Kasus yang dikonfirmasi kedua ini telah menemani seorang pria Saudi yang dinyatakan positif pada hari Senin. Keduanya masuk kembali ke kerajaan melalui Bahrain dan berusaha menyembunyikan kunjungan Iran mereka dari otoritas perbatasan, menurut kementerian kesehatan.

Apalagi mengingat Umrah, yang mengacu pada ziarah Islam ke Mekah yang dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun, menarik jutaan Muslim dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Keputusan untuk menunda umrah tetap dilakukan Pemerintah Saudi meski penundaan tersebut menjelang bulan puasa Ramadhan yang dimulai pada akhir April, yang merupakan periode yang disukai untuk naik haji dan umrah.

“Ini adalah langkah pencegahan besar yang tentunya akan memiliki konsekuensi ekonomi,” Karen Young, seorang sarjana di American Enterprise Institute, mengatakan kepada AFP.

Menurut Karen Young, ini sudah menjadi tahun yang sangat sulit karena harga minyak turun dan Saudi memiliki lebih sedikit pengungkit fiskal. Ini akan menjadi kemunduran besar jika kemajuan terbatas reformasi ekonominya dihapus. Sebab pendapatan terbesar Saudi salah satunya juga berasal dari pariwisata religi. Sekitar 2,5 juta dari seluruh dunia pada tahun 2019 menjalankan ibadah haji, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here