Kajian Rumahan; Memahami Kewajiban Dakwah dalam Hadis “Sampaikan dariku Walau Satu Ayat”

0
1158

BincangSyariah.Com – Dakwah artinya memanggil, menyeru dan mengajak orang lain kepada kebaikan. Pertanyaannya, apakah dakwah merupakan sebuah kewajiban sehingga setiap orang yang meskipun baru mengerti tentang satu ayat, ia harus menyampaikan kepada orang lain? Akan tetapi bagaimana jika kita ingin mengingatkan / berdakwah, sementara kita merasa ilmu agama kita kurang memadai?

Salah satu dalil yang sering digunakan untuk memperkuat argumentasi kewajiban menyampaikan dakwah  adalah hadis dari sahabat Abdullah bin Amr Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Menurut Ustad Taufiqurahman, Dekan Fakultas Dakwah PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an) Jakarta, makna hadis “sampaikan dariku walau satu ayat” itu adalah menyampaikan apa yang dipahami. Kalau pahamnya satu ayat saja, cukup itu, tidak perlu yang lain. Tentu kalau ilmunya banyak perlu disampaikan dan diamalkan

Ingat Al-Baqarah:286, “Allah tidak membebani seseorang melampaui kadarnya.”. kewajiban dakwah kita tidaklah melebihi kemampuan dan keilmuan kita.

“Cukup pada tataran ilmu yang kita paham sepenuhnya. Jangan asal amal ma’ruf nahi munkar,” jelas Ustad  alumni Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Brebes, Jawa Tengah itu, dalam acara Kajian Rumahan yang diadakan rutin di Bintaro.

Menurutnya, meski kewajiban dakwah itu memang bersifat individual / fardhu ‘ain namun yang perlu digarisbawahi bahwa dakwah harus sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing.

“Harus sadar diri dan paham akan kadar keilmuan kita sebelum kita menyampaikan,” ujarnya.

Karena itu, ia menghimbau agar orang yang ingin berdakwah memastikan terlebih dahulu apakah ia paham secara menyeluruh apa yang akan disampaikan atau didakwahkan.

Sebab, jelas Ustad Taufiqurrahman, dengan ilmu yang memadai maka dakwahnya akan berdampak positif. Contohnya, seorang dokter yang mumpuni hendaknya mengajak cara hidup sehat, arsitek membantu merancang rumah yang sehat, ahli tafsir mengajarkan uraian Al-Quran yang lengkap

Baca Juga :  Bolehkah Tidak Shalat Jum’at karena Covid-19? Ini Penjelasan Kiai Cholil Nafis

Selain itu dalam Islam juga mengenal hierarki pencegahan kemungkaran: pertama kekuatan, lalu dialog / lisan, baru yang paling rendah adalah dengan hati yaitu dengan doa dan penyangkalan dari hati.

“Jadi hendaknya sesuai dengan kapasitas masing-masing yang kita dapat lakukan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kajian Rumahan adalah kajian keislaman dengan konsep homey yang diinisisi oleh masyarakat urban di suatu kompleks perumahan di kawasan Bintaro, yang bekerjasama dengan cariustadz.id, platform layanan untuk mencari ustadz yang dikelola oleh Yayasan Pusat Study Quran (PSQ) asuhan Prof. Quraish Shihab. Platform ini diluncurkan guna memudahkan masyarakat urban dan perkotaan mencari ustadz yang kompeten dan ramah untuk beragam kegiatan keagamaan, kajian keluarga, aqiqah, pernikahan dan pengajian rutin.

*Artikel ini dinarasikan dari catatan notulensi Kajian Rumahan tanggal 27 Juli 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here