Kajian Rumahan; Apakah Kita Perlu Bermazhab?

0
242

BincangSyariah.Com – Beberapa tahun terakhir semangat keberagamaan terasa semakin meningkat di kalangan masyarakat muslim Indonesia, masyarakat urban khususnya. Hal ini tentu sesuatu yang sangat bagus. Bersamaan dengan tingginya semangat beragama ini ramai pula gerakan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, yang kemudian memunculkan pertanyaan masihkah kita perlu bermadzhab?

Seperti yang kita ketahui secara umum dalam Islam terdapat empat madzhab, di antaranya madzhab syafi’i, madzhab maliki, madzhab hanafi dan madzhab hanbali.

Menurut Ustad Taufiqurahman, Dekan Fakultas Dakwah Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, sejatinya mazhab diperlukan agar kaum muslim punya pegangan perangkat ilmu yang disiplin dan sinambung kepada para ulama dan Nabi Muhammad Saw. atau yang dalam islam disebut sebagai sanad.

Sanad keilmuan merupakan hal sangat diperhatikan oleh para ulama terdahulu. Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, mengutip Abdullah bin al-Mubarak (181 H) berkata: “Sanad itu termasuk dari agama, kalau seandainya tidak ada sanad, maka orang akan berkata sekehendaknya apa yang ia inginkan.”

Memang bermadzhab tidaklah suatu kewajiban setiap muslim dalam beragama. Selain itu memang ada metode lain, yaitu tarjih yakni membandingkan sumber dan uraian yang paling kuat, lalu dipilih.

“Namun tarjih pun harus dilakukan oleh para ulama, kalau perlu dalam sebuah wadah. Misalnya Majelis Tarjih Muhammadiyah,” tegas Ustad yang mendapatkan gelar Master of Arts (MA) dari Universitas Al-Azhar Kairo itu, dalam kajian yang rutin di lakukan Kajian Rumahan.

Namun yang sering kali menjadi kendala adalah jika langsung berpendapat dengan dasar teks padahal ilmunya kurang, sehingga seringkali tidak pas. Untuk itu bagi yang tidak memiliki dasar keilmuan yang kuat, yaitu seseorang yang menguasai literatur klasik dan modern dengan metode-metode keilmuan yang telah dirumuskan para ulama, maka akan riskan terjatuh pada kesalahan pengambilan fatwa.

Baca Juga :  Kajian Rumahan; Cara Menangani Semangat Ibadah dan Keimanan yang Naik Turun

Oleh karena itu, jelas Ustad Taufiqurrahman, yang dianjurkan bagi muslim yang belum sampai pada taraf tersebut adalah ittiba’, yakni mengikuti dan meneladani mazhab dengan mengetahui alasan, argumen, dan landasan mazhabnya. Dengan dasar inilah menurutnya kita perlu bermadzhab.

Adapun untuk seseorang yang ilmunya sudah tinggi diperbolehkan talfiq, jelasnya lagi. Talfiq maksudnya adalah ketika seseorang bisa memilih dan mengikuti pendapat mazhab lain untuk hal-hal tertentu yang dianggap sumber & pendapatnya lebih kuat.

“Pada saat tertentu, orang tersebut bisa pakai pendapat mazhab lain yang dapat digunakan jika keadaan mengharuskan. Semuanya benar karena itu bagian dari ijtihad,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kajian Rumahan adalah kajian keislaman dengan konsep homey yang diinisisi oleh masyarakat urban di suatu kompleks perumahan di kawasan Bintaro, yang bekerjasama dengan cariustadz.id, platform layanan untuk mencari ustadz yang dikelola oleh Yayasan Pusat Study Quran (PSQ) asuhan Prof. Quraish Shihab. Platform ini diluncurkan guna memudahkan masyarakat urban dan perkotaan mencari ustadz yang kompeten dan ramah untuk beragam kegiatan keagamaan, kajian keluarga, aqiqah, pernikahan dan pengajian rutin.

*Artikel ini dinarasikan dari catatan Kajian Rumahan pada tanggal 13 Juni 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here