Jokowi: Penempatan Menag dari Kalangan TNI Diharapkan Mampu Tangkal Radikalisme

0
175

BincangSyariah.Com – Jenderal (Purn) Fachrul Razi telah resmi dilantik sebagai Menteri Agama (Menag) di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Presiden Jokowi, salah satu alasan penunjukan Fachrul Razi sebagai menteri agama, karena mantan wakil panglima TNI periode 1999-2000 tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah radikalisme yang saat ini sedang marak.

“Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai menteri agama, diharapkan fokus terhadap isu radikalisme,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/19).

Presiden Jokowi menilai Fachrul memiliki pengalaman di lapangan yang cukup baik terkait isu isu penanganan radikalisme dengan pendekatan lunak.

“Beliau memiliki pengalaman lapangan yang panjang lancar dan pendekatannya adalah pendekatan lunak yang baik,” jelas Jokowi seperti dilansir dari Republika.

Jokowi percaya Fachrul  mampu mengatasi masalah radikalisme dan intoleransi yang muncul di masyarakat akhir-akhir ini. Ia juga berharap Menag terpilih tersebut bisa berbicara banyak mengenai yang berkaitan dengan perdamaian dan toleransi.

Tak hanya terkait isu radikalisme, Fachrul juga diamanati  untuk memperbaiki kualitas pelayanan haji, pengembang  ekonomi umat, dan industri halal.

“Semoga Menag Fachrul juga mampu memperbaiki kualitas pelayanan haji semakin baik ke depannya,” ujar Jokowi.

Sementara itu, usai prosesi serah terima jabatan (Sertijab) bersama Mantan Menag, Lukman Hakim Saifuddin. Terkait amanat Presiden yang diserahkan padanya, Fachrul berjanji akan menyusun dan meningkatkan penangkalan radikalisme.

Menurutnya, radikalisme jelas merupakan tindakan yang perlu dicegah karena berpotensi besar menghancurkan bangsa. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan yang tepat untuk menangkalnya.

“Semua pasti paham kalau radikalime pasti menghancurkan bangsa, namanya juga radikal, yaitu orang yang bereaksi tanpa berpikir panjang tentang sisi negatifnya atau akibatnya apa, dan mereka hanya bertindak sesuai keinginan mereka. Itulah radikalisme,” ujar Fachrul seusai prosesi Sertijab di Kementerian Agama, Jakarta.

Baca Juga :  Dukung Kami Menayangkan Artikel Keislaman Terbaik di Smartphone Anda!

Meski begitu, Fachrul mengaku belum memiliki program yang akan dijalankan untuk menangkal radikalisme. Menurutnya, diperlukan peninjauan lebih mendalam terlebih dahulu, untuk menentukan tindakan dan upaya yang sekiranya efektif untuk menghalau paham radikalisme.

“Jadi tidak bisa tiba-tiba langsung ajukan program tanpa peninjauan terlebih dulu,” tutup Fachrul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here