Jokowi Luncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia

0
86

BincangSyariah.Com – Menurut hasil penelitian Global Islamic Economy Indicator tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ke-10 negara-negara yang menyelenggarakan ekonomi syariah. Indonesia berada tepat di belakang Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Jordania, Qatar, Pakistan, dan Kuwait .

Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia cukup menjanjikan. Berdasarkan Laporan Islamic Financial Services Board (IFSB), aset perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 terbesar secara global mencapai USD28,08 miliar.

Berdasarkan Global Islamic Finance Report 2017, aset keuangan syariah menempati peringkat ke-10 secara global, mencapai USD66 miliar, dan Islamic Finance Country Index meningkat menjadi 6 pada 2018, dari 7 pada 2017.

Sementara itu, pada Juni 2018 pangsa perbankan Indonesia dalam hal aset mencapai sekitar 6% dari semua bank di Indonesia. Sedangkan total pangsa aset dalam industri keuangan syariah di Indonesia adalah sekitar 8,5% dari seluruh aset industri keuangan di Indonesia.

Melihat potensi tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. Dokumen ini merupakan pedoman bagi pemerintah, pelaku bisnis, dan penggerak ekonomi syariah selama lima tahun ke depan untuk dapat menjadi pelaku utama ekonomi syariah dunia.

“Demi memanfaatkan potensi itu, hari ini di Jakarta, saya meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 yang akan jadi pedoman bagi Indonesia selama lima tahun ke depan untuk dapat menjadi pelaku utama ekonomi syariah dunia,” ujar Presiden Jokowi, pada selasa (14/05/19).

Sementara di tingkat dunia, sumbangan ekonomi syariah pada perekonomian global pada tahun 2023 diperkirakan bernilai setidaknya USD3 triliun. Menurut Jokowi, Ini merupakan potensi yang harus dapat dimanfaatkan oleh negara Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Baca Juga :  Hukum Menjual dan Membeli Kotoran Hewan

“Saya yakin insyaallah bahwa ketika kita semua berkomitmen menjalankan masterplan ekonomi syariah Indonesia ini maka Indonesia akan segera menjadi pusat ekonomi syariah di dunia,” katanya.

MEKSI 2019-2024 merumuskan empat langkah strategi untuk mewujudkan hal tersebut. Pertama, menguatkan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi. Kedua, menguatkan sektor keuangan syariah di dalam negeri.

Selanjutnya langkah ketiga ialah menguatkan sektor UMKM sebagai penggerak utama rantai nilai halal tersebut. Sementara langkah keempat dengan menguatkan ekonomi digital, terutama melalui perdagangan elektronik sehingga mendorong pencapaian strategi keuangan syariah lainnya.

“Dalam MEKSI 2019-2024 itu, kita akan terus menguatkan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor makanan dan minuman, fesyen, pariwisata, media, rekreasi, farmasi, dan kosmetika. Sebagai pendukungnya kita akan menguatkan keuangan syariah, UMKM, dan ekonomi digital,” katanya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here