Innalillahi, Jalalaluddin Rakhmat Wafat

1
49

BincangSyariah.Com – Indonesia kembali kehilangan sosok cendekiawan muslim terbaik. KH. Jalaluddin Rakhmat, akrab disapa Kang Jalal wafat di RS Santosa Bandung pada Senin sore (15/2). Ia meninggal dalam usia 71 tahun.

Jalaluddin Rakhmat merupakan pakar studi Islam yang banyak menulis buku bertema keislaman. Ungkapan duka  pun datang dari berbagai kalangan. Mengutip dari laman Facebook, Ulil Abshar Abdalla menyatakan ia turut berduka atas meninggalnya salah satu pemikir muslim terbaik Indonesia.

Bagi Kyai Ulil Abshar, sumbangsih Jalaluddin Rakhmat sangat besar dalam khazanah keilmuan Islam di Indonesia. Kang Jalal, lanjut Lurah Pondok Al-Anwar, Rembang ini, berjasa dalam menghidupkan percakapan Islam di Indonesia sejak dekade 80-an, hingga saat ini. “Formasi pemikiran saya dibentuk, antara lain oleh gagasan-gagasan Kang Jalal,” ungkapnya.

Selain aktif menulis buku, kang Jalal juga merupakan seorang pejuang pluralisme. Ia juga aktif mengadvokasi pelbagai diskriminasi yang dialami oleh kelompok marjinal Syiah. Menurut Pejuang hak Asasi Manusia, Human Rights Watch, Andreas Harsono, Kang Jalal ikut mendirikan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) pada Juli 2002 silam. Kang Jalal banyak melakukan advokasi Syiah di Indonesia.

Dari laman twitter miliknya @andreasharsono, ia mencuit bahwa Kang Jalal mendamaikan Sunni dan Syiah.”Kesalahpahaman yang sudah berumur lebih dari 1000 tahun. Termaasuk pengusiran 600-an  rakyat Syiah di Sampang, Madura,” tweet Andreas, pada Senin (15/2).

Menurut Andreas Harsono, Jalaluddin Rakhmat meninggal disebabkan karena terkena Covid-19. Ia berpulang empat hari setelah istrinya, Eusi Kartini meninggal dunia akibat terkena virus Covid 19 juga. “kang Jalal meninggal dengan #COVID19 di Bandung,” lanjut tweet Andreas.

Intelektual muda Nahdatul Ulama, zuhairi Misrawi juga turut mengucapkan duka atas meninggalnya Kang Jalal. Politisi PDI Perjuangan ini mengaku bahwa ia adalah murid Kang Jalal. Ia pun mengklaim berhutang banyak budi kepada almarhum. “Saya dapat mengenal dan menyelami keindahan ajaran Islam, melalui Rasullullah dan keluarganya,” kata Zuhairi lewat laman Facebooknya.

Ungkapan duka tak hanya datang dari dalam negeri, Peneliti dari Deakin University, Profesor Greg Barton pun mengungkapkan kesedihannya atas berpulangnya Ketua IJABI tersebut. Ungkapan itu ia layangkan dari kicauan tweet-nya, “Very sad news indeed! Kang Jalal was an exceptional man,” uangkap penulis buku Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid.

Dikutip dari portal, tempo.co,  Ketua IJABI Jawa Barat, Sutrasno, membenarkan kabar berpulangnya Kang  Jalal. Lebih lanjut ia menyebutkan jenazah Kang Jalal akan dimulasarakan di pemakaman keluarga di daerah Rancaekek, Kabupaten Bandung. “Akan dimakamkan di pemakaman keluarga di SMP Muthahhari Rancaekek,” tutup dia pada Senin (15/2).

(Baca: Innalillahi, K.H. Maimun Zubair Wafat)

 

 

 

 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here