Inilah Ancaman Nabi Bagi Pelaku Hoaks

0
670

BincangSyariah.Com – Di tengah upaya penanganan bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya, jagat Indonesia sempat diramaikan oleh ulah seorang aktivis. Diberitakan bahwa telah terjadi pengeroyokan terhadap seorang aktivis yang disayangkan para politisi. Tetapi belakangan, muncul klarifikasi bahwa berita tentang pengeroyokan tersebut adalah rekayasa belaka alias hoaks. Pelaku pembuat dan penyebar hoaks tersebut kemudian sudah meminta maaf secara terbuka.

Sebenarnya kita sudah lama membincang seputar hoaks dan akibatnya. Berbagai lembaga dari perspektif berbeda-beda telah bersepakat bahwa hoaks adalah tindakan yang tidak dibenarkan. Namun, semua upaya pencegahan hoaks tersebut sepertinya sia-sia belaka. Masih banyak sekali bertaburan berita-berita hoaks, terutama di media sosial.

Seolah-olah, hoaks ini menjadi senjata ampuh para pemangku kepentingan untuk menyerang lawan main. Padahal, masyarakat di akar rumput menjadi renggang dan tidak rukun akibat hoaks yang terus diproduksi ini.

MUI melalui fatwa no 24 tahun 2017 tentang bermuamalah di Media Sosial. Dengan tegas MUI menyatakan bahwa perilaku menyebarkan hoaks dan permusuhan adalah haram. Hoaks ini bahkan menurut penulis tingkatan keharamannya tidak hanya sebatas bahwa si pelaku mendapatkan dosa individu, tetapi dosa yang dapat berkembang biak karena menimbulkan dosa-dosa lainnya, seperti permusuhan dan ketakutan di kalangan masyarakat luas.

Sejak awal kemunculan Islam, Nabi Muhammad Saw. telah mewanti-wanti bahaya dari hoaks ini. Ancaman bagi pelaku pembuat hoaks adalah neraka. Nabi saw. bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ، وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ، وَهُمَا فِي النَّارِ، وَلا تَحَاسَدُوا، وَلا تَبَاغَضُوا، وَلا تَقَاطَعُوا، وَلا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمُ الله

Wajib atas kalian sikap jujur! karena jujur identik dengan kebaikan, dan keduanya (jujur dan baik), tempatnya di Surga. Jauhilah sikap bohong! Karena bohong identik dengan kemaksiatan, dan keduanya (bohong dan maksiat) tempatnya di neraka. Dan janganlah kalian saling hasud, saling benci, saling memutuskan silaturahmi, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian semua bersaudara sebagaimana diperintahkan Allah swt. (H.R Ahmad dalam Musnad Abu Bakar Shiddiq)

Baca Juga :  Tiga Hal yang Hilang dari Kita di Dunia Digital

Bahkan dalam hadisnya yang lain, masih dari riwayat Imam Ahmad bin hanbal, Nabi saw. mengancam orang-orang yang sudah terbiasa berbohong akan dicap oleh Allah swt sebagai pendusta. Sebagaimana sabdanya:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ، وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Wajib atas kalian sikap jujur! Karena jujur menunjukkan kebaikan, dan kebaikan menunjukkan ke Surga. Tidaklah seseorang bersikap jujur sehingga Allah swt mencapnya sebagai orang jujur. Dan Jauhilah dusta! Karena sesungguhnya dusta menunjukkan kemaksiatan, dan kemaksiatan menunjukkan ke Neraka. Tidaklah seseorang berdusta, dan meproduksi kedustaan hingga Allah mencapnya sebagai pendusta.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here