Harun Yahya: Eksploitasi Seks, Keterlibatan Terorisme dan Hukuman 1.075 Tahun Penjara

0
52

BincangSyariah.Com – Bagi orang yang akrab dengan wacana pemikiran Islam khususnya pemikiran dari para tokoh Muslim di Timur Tengah, Adnan Oktar atau Harun Yahya bukanlah tokoh baru.

Sejak dulu, ia dikenal sebagai seorang penulis dan kreasionis Islam. Sebagai seorang pemikir, ia vokal menentang teori evolusi Darwin yang ia anggap sebagai sumber dari terorisme.

Kini, ia kembali dibicarakan karena vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan di Istanbul, Turki, pada Senin (11/1). Hukuman 1.075 tahun penjara harus dijalani laki-laki berusia 64 tahun tersebut. Kepolisian Istanbul telah menahan Oktar bersama lebih dari 200 tersangka lain di kelompoknya sejak 2018.

Siapakah Adnan Oktar?

Adnan Oktar lahir di Ankara, Turki, pada 2 Februari 1956. Ia mempelajari karya-karya dari cendekiawan Muslim Kurdi yang benama Said Nursi. Nursi menulis Risale-i Nur, ulasan Qur’ani yang membahas tentang ideologi keagamaan dan politik yang komprehensif. Pada 1986, Oktar masuk Jurusan Filsafat di Universitas Istanbul.

Adnan Oktar, atau yang juga dikenal sebagai Harun Yahya adalah pendiri Science Research Foundation, sebuah penerbitan besar yang menawarkan puluhan situs website yang didedikasikan untuk tulisan-tulisannya.

Selain itu, Oktar juga menyediakan film dokumenter dan rekaman audio dalam lima belas bahasa, termasuk Turki, Inggris, Rusia, Amharik dan Arab, dan mengklaim menjual lebih dari setengah juta buku setahun, termasuk 850 halaman terkenal, Atlas Penciptaan yang penuh ilustrasi.

Buku tersebut dikirim gratis dalam dua volume ke lusinan universitas, perpustakaan, dan para ilmuwan terkemuka (termasuk Richard Dawkins) di seluruh dunia. Detail dalam buku tersebut dilengkapi dengan kumpulan foto, grafik, dan statistik yang diselingi dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

Atlas tersebut ditukis dengan tujuan untuk membuktikan bahwa teori evolusi Darwin benar-benar keliru. Oktar ingin membuktikan bahwa setiap tumbuhan dan hewan diciptakan utuh oleh Allah Swt. dan tidak ada modifikasi melalui seleksi alam yang pernah terjadi.

Melalui buku Atlas Penciptaan, Oktar secara menawarkan hadiah yang menguntungkan bagi siapa saja yang dapat menghasilkan “fosil transisi”, sebuah kekurangan yang ia klaim sebagai bukti bahwa teori evolusi Darwin tidak benar.

Pada saat Richard Dawkins secara terbuka mengecam penelitian dalam buku Atlas of Creation dengan menunjukkan bahwa salah satu foto Caddis Fly dalam buku tersebut sebenarnya adalah lalat pemancing, lengkap dengan kail logam yang dicuri dari internet dan menyebut Oktar sebagai penipu situs webnya, Oktar menggunakan pengaruhnya yang cukup besar.

Ia menyewa batalion pengacara untuk menuntut pencemaran nama baik yang membuat situs Dawkins dilarang di Turki. Kasus ini hanyalah satu dari ribuan kasus yang Oktar bawa ke pengadilan Turki.

Sebagai seorang pemikir, pengaruh Oktar juga besar. Dalam konteks yang lebih tendensius, banyak orang menyebut pemikirannya sebagai hal yang berbahaya. Selain menolak teori evolusi Darwin, ia juga dikenal aktif mengampanyekan gerakan anti Semitisme.

Selain dikenal sangat menentang teori evolusi Charles Darwin, ia juga banyak menjelaskan tentang proses penciptaan alam semesta oleh Tuhan. Dalam salah satu wawancara dengan wartawan BBC Andrew Marr tahun 2010, ia menyebut teori Darwin sebagai sumber inspirasi utama teroris modern. Ia juga menolak Holocaust.

Hitler, Mussolini, Stalin dan banyak teroris terkenal lainnya dengan jelas mengatakan bahwa pemikiran mereka dipengaruhi oleh Darwin … Tanpa Darwin tidak akan ada terorisme,” (Harun Yahya)

Oktar meyakini bahwa Hitler naik ke tampuk kekuasaan berkat peran instrumen yang disebutnya elemen negara Inggris. Ia kemudian merinci teori konspirasinya, bahwa ada kelompok luar biasa kuat yang memiliki hubungan dengan pemerintah dan militer. Ia menyatakan bahwa kelompok tersebut memiliki kapasitas untuk memanipulasi dan mengontrol kebijakan pemerintah.

Kecerdasan dan kharisnya membuat banyak orang terkesima. Ia pun memiliki banyak pengikut dan koneksi yang tak hanya dari Turki, tapi juga dari seluruh dunia. Wajar apabila ia kemudian harta kekayaannya melonjak.

Kontroversi dan Kehidupan yang Aneh

Adnan Oktar ditangkap pada 2018. Saat itu, Turki polisi menggerebek sejumlah tempat terkait Harun Yahya dan kelompoknya. Tempat-tempat tersebut tersebar di lima provinsi di negara Turki.

Penggerebekan dilakukan karena ada dugaan kejahatan keuangan, penipuan, pelecehan seksual, dan kejahatan konspirasi yang dilakukan oleh Oktar dan kelompoknya yang sudah tercium sejak lama. Oktar sendiri ditangkap di kediamannya yang berada di Istanbul, di kawasan Cengelkoy.

Dalam penangkapan Oktar yang diberitakan oleh The Guardian dituliskan bahwa pada Selasa, 12 Januari 2018 adalah kali kedua Oktar dan organisasinya berhadapan dengan hukum. Kasus pertama yang melibatkan Oktar dan kelompoknya terjadi pada tahun 1999.

Oktar ditangkap dengan tuduhan melakukan intimidasi dan pembentukan kelompok kriminal. Ia juga langsung ditahan, meskipun penyidikan kasus atas dugaan-dugaan yang ada kemudian dihentikan.

Stasiun televisi NTV menjelaskan bahwa kejahatan Oktar meliputi pemerkosaan anak di bawah umur, penipuan, dan upaya untuk memata-matai pemerintah terkait masalah militer dan politik. Jaksa juga mendakwanya dengan dakwaan hukum memimpin organisasi kriminal.

Sebenarnya, sidang pengadilan Oktar telah digelar sejak September 2019. Dalam kasus ini, otoritas hukum Turki menangkap 236 tersangka lainnya yang telah diadili dengan 78 diantaranya ditahan.

Oktar disebut seorang televangelis sebab ia kerap berdakwah di televisi bersama para perempuan yang menggunakan pakaian minim yang ia sebut sebagai “kitten” yang berarti anak kucing. Cara hidup dan beribadah kelompok Oktar sangat aneh dan di luar dari kebiasaan orang Islam pada umumnya.

Saking eksklusifnya, satu-satunya video yang bisa diakses tentang kelompok tersebut adalah video berjudul Inside the Weird World of Adnan Oktar’s Islamic ‘Feminist’ Cult dalam channel Youtube Vice Life yang diterbitkan pada 21 November 2015. Sayangnya, video tersebut tidak cukup mewakili penggambaran tentang kelompok Oktar karena adanya ancaman dan kengerian saat proses pengambilan gambar.

Pengaruh Harun Yahya

Adnan Oktar atau Harun Yahya memiliki kepribadian yang hebat. Sejak 1980-an ia mendirikan organisasi Islam di Istanbul. Selain sosoknya yang flamboyan, kekayaannya semakin memperkuat pengaruhnya. Meski begitu, jumlah keseluruhan kekayaannya belum diketahui secara pasti.

Sejak serangan teroris 11 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat (AS), Oktar mulai menunjukkan dirinya sebagai pembicara lintas agama. Ia menggambarkan dirinya sebagai pendukung dialog antaragama. Ia pun menjadikan namanya sebagai musuh utama terorisme internasional.

Beberapa tahun sejak titik balik karya-karyanya yang begitu banyak dan kontroversial, ia pun mendirikan saluran televisi. Ia menggunakan salurannya untuk menyebarkan pemahaman dan pengaruhnya, termasuk berbagai tafsirnya terhadap ajaran Islam. Ia memiliki acara khas Harun Yahya dan kerap tampil dikelilingi sejumlah layar komputer dengan perempuan muda setengah telanjang.

Dalam beberapa bukunya, ia mengaku telah membongkar kerja sama yang dibentuk pemerintah bayangan Inggris di Turki dengan penguasa kawasan. Menurutnya, penyelidikan yang ia dan kelompoknya lakukan menjadi alasan otoritas hukum Turki mengkriminalkannya.

Satu hal lagi yang membuat Oktar diklaim memiliki pengaruh yang besar adalah bahwa ia tidak hanya dikelilingi oleh perempuan dalam program televisinya. Di dunia nyata, ia juga identik dengan perempuan.

Beberapa mantan pengikutnya mengaku bahwa Oktar telah mencuci otak para perempuan tersebut. Ia juga mengintimidasi, mengancam, dan menjadikan perempuan-perempuan tersebut sebagai budak seks.

Selain menjadi orang kepercayaan bagi kaum muslim radikal, Oktar juga telah menerima dukungan dari anggota kongres konservatif di Amerika Sertikat karena sikapnya yang kuat melawan terorisme.

Ia juga dipuja oleh para rabi Sanhedrin ortodoks ekstrim di Israel karena anti-ateisme-nya, dan memiliki ambisi untuk menciptakan Turki-Persatuan Islam, Kekaisaran Ottoman baru yang mengikat dunia dari Rusia Timur ke Nigeria Barat, yang akan menyatukan dunia Islam di bawah kepemimpinan Turki.[]

(Baca: Turki Tolak Bangkitkan Kembali Kekhalifahan Islam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here