Habib Rizieq Minta Maaf Terkait Kerumunan Reuni 212

1
41

BincangSyariah.Com – Habib Rizieq menyampaikan permintaan maafnya melalui channel YouTube Front TV dalam acara reuni 212 daring pada Rabu (2/12).

“Saya meminta maaf ke masyarakat, di bandara, di Petamburan, Tebet, dan Megamendung terjadi penumpukan yang tidak terkendali.” Ujarnya.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) ini meminta maaf karena adanya kerumunan massa simpatisannya di sejumlah lokasi, seperti Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Tebet, dan Megamendung, Bogor.

Habib Rizieq meminta agar jemaahnya tidak lagi membuat kerumunan. Ia bahkan membatalkan jadwal safari ke sejumlah daerah sampai pandemi Covid-19 berakhir.

“Saya dengan DPP FPI, kita stop tidak ada kerumunan lagi, bahkan jadwal ke daerah kita stop sampai pandemi berakhir,” ajaknya. (Baca: Habib Rizieq Shihab: Karya dan Kontroversinya)

Ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga protokol kesehatan sebab menjaga protokol kesehatan adalah bagian dari akhlak. Karena itulah, Rizieq meminta agar masyarakat dan simpatisannya menjaga protokol kesehatan.

“Ayo kita jaga protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan. Dan saya ajak semua dengan semua revolusi akhlak kita pandang pandemi agar bisa wabah ini diangkat oleh Allah,” tegas Rizieq dilansir Kompas.Com.

Pelanggaran protokol kesehatan yang timbul karena kerumunan massa Rizieq tengah diselidiki kepolisian. Habib Rizieq pun sudah dipanggil oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (1/12). Sayangnya, dia tak hadir karena alasan sedang sakit.

Sejumlah kegiatan Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan berbuntut panjang. Sejumlah pejabat dicopot, imbas dari kehadiran kerumunan massanya yang membludak.

Beberapa pejabat di lingkungan kepolisian dicopot dan dimutasi. Ada pula direktur Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor yang dilaporkan ke polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen, Nana Sudjana, bahkan dicopot dari jabatannya sebab dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan. Pencopotan tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020.

Telegram tersebut menyebutkan bahwa Nana akan menduduki jabatan baru yakni Koorsahli Kapolri. Pada saat yang sama, Kapolri juga mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat yang diemban oleh Irjen Rudy Sufahriadi.

Sama seperti Nana, Rudy juga dicopot jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan. Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama ( KUA) Tanah Abang Sukana juga dibebastugaskan.

Sukana diputuskan untuk dimutasi sebagai penghulu di wilayah Jakarta Pusat. Sukana dimutasi sebab telah mengabaikan protokol kesehatan dalam proses pencatatan pernikahan putri Pemimpin FPI, Habib Rizieq.[]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here