Habib Luthfi Sandang Gelar Doktor Honoris Causa

0
39

BincangSyariah.Com – Habib Luthfi yang bernama lengkap Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menyandang anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Senin (9/11/2020).

Penganugerahan gelar doktor honoris causa tersebut diselenggarakan di Gedung Auditorium Unnes, Kampus Sekaran Gunungpati secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring).

Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rokhman M. Hum menyatakan bahwa Habib Luthfi bin Yahya memeroleh anugerah Doktor Honoris Causa pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes, Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

“Pemberian gelar tersebut didasari atas sumbangsih ulama kesohor dari Pekalongan tersebut karena memiliki kemampuan berdakwah yang unik,” jelas Fathur Rokhman.

Ia menjelaskan bahwa penganugerahan doktor kehormatan kepada Habib Luthfi bin Yahya adalah bentuk memuliakan ilmu, rasa hormat, dan perwujudan rasa bangga kepada salah satu ulama, guru, sekaligus tokoh kharismatik di Indonesia.

Habib Luthfi telah banyak berkontribusi kepada bangsa dan negara, khususnya pada peningkatan rasa nasionalisme kebangsaan melalui seni dakwah yang menyejukkan serta mendamaikan atas kebhinnekaan Indonesia.

“Habib Luthfi bin Yahya memiliki gaya komunikasi yang natural dan elegan. Gaya dakwah dan pola berpikir beliau out of the box dari kebanyakan orang. Hal inilah menjadi pembeda dari para ulama dan habaib lain. Kharismatik beliau yang terpancar dari komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan mengantarkan beliau untuk dianugerahi doktor kehormatan di Unnes,” jelas Fathur Rokhman.

Materi dakwah Habib Luthfi mengemas tiga pilar pemberdayaan umat, yakni agama, kebangsaan (nasionalisme), dan pertumbuhan ekonomi. Ketiganya dirangkai melalui platform sejarah kebangsaan yang menjadi penghela harmoni kebangsaann dalam wadah NKRI.

Upacara penganugerahan doktor honoris causa tersebut mengundang beberapa tamu kehormatan diantaranya adalah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Provinsi Jateng, Ketua PBNU, Ketua PP Muhammadiyah, dan Wali Kota Semarang.

Baca Juga :  Habib Luthfi bin Yahya: Jabatan Itu Amanat Bukan Hal Sepele dan Pesan Rasul untuk Abu Dzar

Selain itu, ada pula para habaib, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro, para rektor Perguruan Tinggi dan Koordinator LL Dikti Wilayah V dan VI, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Promotor dan copromotor penganugerahan Doktor Honoris Causa Habib Lutfi bin yahya yaitu Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman, MHum selaku promotor, Rektor UIN Walisongo, Prof Prof Dr KH Imam Taufiq, MAg selaku copromotor, Prof Dr Zaenuri, MSi Akt selaku anggota copromotor I, dan Prof Agus Nuryatin, MHum selaku anggota copromotor II.

Dalam orasi ilmiah Habib Luthfi yang berjudul Strategi Pemberdayaan Umat dan Sejarah Kebangsaan, Habib Luthfi menunjukkan tentang implementasi teknologi dan kebhinnekaan sejak dibangunannya Candi Borobudur dan Prambanan.

Ia juga bicara soal keterbukaan informasi dan banyaknya media sosial serta penggunaan bahasa yang memengaruhi kondisi beragama, berbangsa dan bernegara. Ia juga membahas tentang meluasnya hoax dan ujaran kebencian yang menyebabkan situasi kacau.

“Maka itu pendakwah selaku salah satu public figure perlu menyampaikan hal hal yang tidak menyimpang dari khazanah beragama dan bernegara,” jelas Habib Luthfi.

“Sebagai mana contoh nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dakwah yang luar biasa adalah dakwah yang tanpa hunus pedang dan senjata. Dakwah yang baik melalui kelembutan bahasa dan sikap,” lanjutnya.

Presiden Joko Widodo juga turut menyampaikan ucapan selamat melalui virtual. Jokowi menyebut Habib Luthfi adalah salah satu tokoh yang memberikan contoh berdakwah yang baik dalam bingkai cinta tanah air.[] (Baca: Habib Luthfi Terpilih Sebagai Pimpinan Forum Ulama Sufi Dunia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here