Direktur el-Bukhari Institute Terbitkan Buku Syarah Matan Baiquniyyah

0
56

BincangSyariah.Com – Tak terasa, komunitas kecil yang dirintis tujuh tahun lalu ini bertahan dan semakin tumbuh. Pelan tapi pasti. Menggenapi 10 tahun minat kolektif komunitas yang berhasrat menekuni studi hadis dan ilmu hadis, sejak mulai mengaji kepada Pak Kiai Ali Mustafa Yaqub. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin tokoh umat Islam asal Sumatera Utara yang menjadi nahkoda, Direktur el-Bukhari Institute Buya Abdul Karim Munthe.

Salah satu yang menjadi penanda pertumbuhan itu adalah semakin diminatinya program sekolah hadis. Kursus singkat ilmu hadis untuk mereka yang membutuhkan. Program ini memiliki tiga tingkatan, mustholah al-hadits, takhrij al-hadits, dan thuruq fahm al-hadits. 

Selain peminatnya yang semakin beragam latar belakangnya, bahkan umumnya pekerja kantoran di perkotaan, kesiapan pendukungnya juga semakin lengkap. Salah satunya adalah kebutuhan terhadap literatur. Buku kecil, mungkin sebesar buku saku ini, adalah contoh mutakhirnya. Mulanya adalah catatan ringkas yang dibuat untuk peserta sekolah hadis. Bersumber dari bait-bait puitik Manzhumah Baiquniyah. Kitab dasar dalam mustalahul hadis. Dikupas secara ringan dan ringkas.

Ketekunan penulisnya membuat catatan sebelum kelas dimulai selama beberapa tahun belakangan sangat menginspirasi. Ini menunjukkan suatu dedikasi tersendiri, dari penulisnya untuk kemajuan pembelajaran ilmu hadis yang diakui banyak pihak sebagai jalan sunyi. Di sela kesibukannya mengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, masih sempat-sempatnya ia menulis buku kacang semacam ini. Penulisan buku tipis ini tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan menulis artikel-artikel berat di jurnal ilmiah.

Saya mungkin tak heran mengingat latar belakang pendidikannya adalah berkelindan dengan urusan perhadisan. Sebut saja selama dia belajar di pesantren, lalu meneruskan ke Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, pesantren Takhassush Darus Sunnah, Ciputat, dan magister hukum di Universitas Indonesia. Sanad ilmunya, tak diragukan lagi, nyambung hingga yang punya ilmu. Kami sebagai “abdi dalem”, merasa bahagia mendapatkan kesempatan menyaksikan versi pra cetaknya. Saya yakin, buku kecil ini akan sangat membantu para pemula dalam memahami bait-bait syair Manzhumah Baiquniyah terkenal itu. Kalian harus beli, setidaknya untuk tabarrukan dengan Buya Abdul Karim Munte.

Baca Juga :  Bahaya Tidur Setelah Shubuh menurut Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here