Daftar Sebelum Kuota Penuh! Ali Mustafa Yaqub Institute Buka Program Sekolah Hadis

0
856

BincangSyariah.Com – Tidak dapat disangkal Hadis memiliki peran dan kedudukan penting dalam Islam. Hal ini karena hadis merupakan sumber rujukan hukum Islam setelah al-Qur’an. Tidak hanya berisi tentang aturan yang cenderung kaku, hadis juga berisi norma dan etika yang disampaikan oleh baginda Nabi Muhammad dalam rangka menyempurnakan akhlak umat manusia.

Dewasa ini, banyak forum keagamaan khususnya tengah giat membahas kajian hadis dari berbagai aspeknya terutama pada bagian keotentikan hadis yang menyebar di masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukan bangkitnya semangat keberagamaan di kalangan umat Islam Indonesia dan antusiasme mengetahui sumber ajaran agama yang mereka anut. Sifat kritis masyarakat terhadap pendapat para mubaligh dan penceramah serta dasar rujukan mereka turut mendorong diminatinya kajian-kajian seputar hadis.

Di sisi lain, hal ini bisa menjadi indikator awal akan munculnya fanatisme kelompok dan pembelaan golongan dengan mendasarkan pendapat masing-masing kepada rujukan agama yang otoritatif berupa hadis. Pada titik inilah seharusnya forum-forum kajian dan diskusi hadis tidak membatasi pembahasannya hanya pada titik sahih-tidaknya suatu riwayat, namun juga perlu membandingkan bagaimana pemahaman ulama satu dan yang lainnya sehingga mereka sampai pada kesimpulan yang berbeda.

Lebih jauh lagi, kajian dan diskusi hadis hendaknya tidak menjadikan hadis-hadis yang dikaji sekedar “benda mati”. Hadis bukanlah sebuah benda yang diwariskan untuk sekedar menjadi pajangan. Hadis merupakan warisan baginda Nabi Muhammad yang menjadi pedoman bagi generasi setelahnya. Sehingga, kajian hadis sudah semestinya membawa kembali khazanah Islam dalam nafas kehidupan masyarakat dan juga bertujuan untuk menghidupkan kembali nuansa kehidupan beragama yang dijalani generasi pertama umat Islam.

Lalu, bagaimana caranya kita dapat mempelajari berbagai konsen kajian Hadis tersebut dan penerapannya dalam masyarakat?

Baca Juga :  Asmaul Husna Sebagai Kunci Berkomunikasi Hamba dengan Allah

Ali Mustafa Yaqub Institute bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Riset “RASIONALIKA” Pesantren Darus-Sunnah Ciputat membuka progam SEKOLAH HADIS. Kegiatan mempelajari ilmu hadis secara sistematis ini memiliki lima jenjang yang bisa diikuti,

Pertama, kelas Musthalah Hadis

Kedua, kelas Ula (Kajian Takhrij Hadis dan Metodenya)

Ketiga, kelas Wustha (Studi Sanad dan Jarh wa Ta’dil)

Keempat, kelas ‘Ulya (Studi Matan dan Pemahaman Hadis)

dan Kelima, kelas Living Hadis

Setiap jenjang kelas dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Jum’at hingga Minggu. Adapun jadwal masing-masing jenjang kelas adalah sebagai berikut,

  • Kelas Mustalah Hadis (11-13 Oktober 2019)
  • Kelas Ula (18-20 Oktober 2019)
  • Kelas Wustho (25-27 Oktober 2019)
  • Kelas Ulya (1-3 November 2019)
  • Kelas Living Hadis (9-10 November 2019)

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi nomor-nomor di bawah ini,

0852-1784-8447 (Ikhwan)

0877-8843-2622 (Akhwat)

Atau, bisa juga mengirimkan pesan (Direct Message/DM) lewat Instagram Ali Mustafa Yaqub Institute dan Rasionalika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here