Buya Syafii Maarif Angkat Bicara Tentang Sebutan Habib yang Viral

0
84

BincangSyariah.Com – Buya Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang bernama lengkap Ahmad Syafii Maarif merepsons tentang sebutan habib yang belakangan hangat diperbincangkan.

Buya Syafii Maarif menulis di media sosial dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam memandang mereka yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw.

Dalam media sosialnya, beliau menyatakan bahwa mendewa-dewakan mereka sejatinya adalah bentuk perbudakan spiritual. Berikut adalah cuitannya di Twitter @SerambiBuya pada Sabtu (21/11).

“Bagi saya, mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual,” ungkapnya.

Dalam cuitannya tersebut, Buya Syafii Maarif juga menyertakan ide Presiden Pertama RI, IR. Soekarno. Beliau menyatakan bahwa dahulu Bung Karno pernah melontarkan protes keras terhadap gejala perbudakan spiritual selayaknya apa yang terjadi di masa sekarang dengan adanya fanatisme berlebihan terhadap sosok habib.

Ia menjelaskan, “Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini.”

Pembahasan tentang penyebutan Habib memang kembali mencuat setelah Habib Rizieq tiba di Indonesia pada Selasa (10/11). Kedatangan Habib Rizieq menuai pro dan kontra sebab ada banyak pihak yang menilai bahwa para pengikutnya terkesan sangat mengelu-elukan sosoknya.

Senada dengan Buya Syafii Maarif, sebelumnya, Gus Miftah juga pernah buka suara tentang keberadaan Habib di Indonesia. Ia tak menampik kebenaran bahwa Habib memang tokoh yang harus dihormati, tidak boleh direndahkan. Sebab, dalam tubuh sosok habib mengalir darah Nabi Muhammad Saw.

Namun, Gus Miftah juga mengatakan bahwa seorang Habib tidak pantas melakukan hal yang buruk, mIsalnya menghina orang lain. Sebab, mestinya, Habib sudah selayaknya menjadi panutan pengikutnya dalam bersikap.

“Gus boleh gak kita menghina habaib? Tidak boleh! Kenapa? Karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi,” tegas Gus Miftah dalam siaran langsung di akun Instagram pribadinya.

Ia melanjutkan, “lalu bolehkah habaib menghina orang lain? Tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? Kan gak pantes,”.[] (Baca: Biografi Buya Ahmad Syafii Maarif: Menegaskan Konsep Islam yang Moderat dalam Berbangsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here