Breaking News ! Bom Meledak di Lebanon, Puluhan Meninggal dan Ribuan Luka-Luka

1
1943

BincangSyariah.Com – Berita yang mengejutkan sekaligus memilukan datang dari ibukota Lebanon, Beirut. Ledakan terjadi kemarin petang, selasa 4 Agustus di sekitar Pelabuhan. Sejak semalam, beredar video amatir yang menayangkan detik-detik bom meledak di wilayah pelabuhan tersebut. Dalam video tersebut, sebelum terjadi ledakan, kobaran api dan asap yang membumbung tinggi sudah terlihat cukup kuat sampai tiba-tiba kobaran api tersebut berubah menjadi ledakan yang sangat besar.

Abir Ghattas, seorang aktivis di Lebanon, dalam akun Twitter-nya mengunggah video yang ia sebut direkam oleh adik laki-lakinya. Ia menyebut kalau mereka tinggal 10 km dari tempat ledakan, dan saat bencana itu terjadi, seluruh kaca-kaca bangunan di tempat mereka tinggal ikut pecah. Emilia Papadopoulos, news Anchor asal Siprus juga menyatakan kalau ledakan tersebut bahkan terasa sampai negaranya, Siprus. Dalam cuitan di akun twitter-nya Masyarakat Siprus awalnya mengira itu gempa bumi, namun hanya jendela saja yang bergetar. Survei Geologi Amerika Serikat seperti dikutip Kompas menyebutkan kalau ledakan itu menimbulkan gelombang seismik yang getarannya setara dengan gempa 3,3 magnitudo

Mengutip Kompas, sampai hari ini baru tercatat korban tewas mencapai setidaknya 50 orang. Menteri Kesehatan Hamad Hassan, seperti dikutip Kompas dari Kantor Berita AFP, menyatakan jumlah korban tewas kemungkinan masih akan terus bertambah. Hal ini mengingat proses evakuasi korban masih terus berjalan. Untuk korban luka-luka, yang terdata jumlahnya sudah mencapai 2.750 orang. Rumah sakit di Lebanon dikabarkan kewalahan sejak semalam menangani banyaknya jumlah korban. Selain itu, Dalam foto-foto yang beredar, bangunan di sekitar pusat ledakan rusak parah bahkan ada yang sampai hancur total.

Baca Juga :  Mahasiswi al-Azhar Dikeluarkan Gara-gara Dipeluk Tunangannya

Penyebab utama ledakan masih belum diidentifikasi saat ini. Namun, pihak pemerintah setempat mesinyalir akan mencari dan menghukum dengan seberat-beratnya orang yang bertanggungjawab atas keberadaan 2.750 ton Amonium Nitrat yang diletakkan di pelabuhan tersebut dan disinyalir jadi penyebab utama ledakan. Presiden Lebanon, Michel Aoun dalam akun resmi Twiiter-nya menyatakan,

لن ارتاح حتى نجد المسؤول عمّا حصل لمحاسبته وإنزال اشد العقوبات به، لأنه من غير المقبول ان تكون شحنة من “نيترات الأمونيوم” تقدّر ب ٢٧٥٠ طناً موجودة منذ ٦ سنوات في مستودع من دون اتخاذ اجراءات وقائية معرضة سلامة المواطنين للخطر

saya tidak akan puas sampai menemukan pihak yang bertanggungjawab atas kejadian ini, untuk kemudian mengiterogasi dan memberikan hukuman terberat kepadanya. Karena tidak bisa diterima ada penimbunan sekitar 2.750 ton ammonium nitrat yang sudah berada di sana selama 6 tahun tanpa adanya penerapan sistem pencegahan yang membahayakan keselamatan warga negara.

Selain itu, Presiden Lebanon juga menetapkan kondisi darurat negara selama dua minggu dan masa berkabung selama tiga hari.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here