Bidik Generasi Milenial, BWI Teken MoU dengan Telkomsel untuk Wakaf Point

0
193

BincangSyariah.Com – Sejak beberapa tahun terakhir, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggandeng berbagai Lembaga Pilantropi dan Keuangan untuk menggencarkan sosialisasi tentang wakaf. Tapi kali ini BWI mengandeng salah satu perusahaan operator jaringan seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel. Alasannya, karena salah satu prioritas sosialisasi BWI adalah anak-anak muda dari generasi milenial yang aware dengan dunia digital dan teknologi.

Untuk membidik generasi milenial, BWI meneken akta kesepakatan (MoU) dengan Telkomsel, untuk gerakan Wakaf Poin.

Wakaf poin ini berasal dari para pengguna kartu selular telkomsel yang memiliki poin bonus yang tidak terpakai. Karena poin ini tidak selamanya dipakai dan 31 Des hangus, maka BWI dan Telkomsel sepakat membuka gerakan Wakaf Poin.

“Tadi malam kita MoU dengan telkomsel. Para pengguna HP telkomsel pasti ada poin bonus. Poin ini tidak selamanya dipakai dan 31 des hangus. Kami tadi malem tekenan kita buka yang namanya wakaf poin,” ujarnya.

Nanti poin-poin wakaf yang sudah dikumpulkan akan dikonversi menjadi kurs rupiah. Untuk kemudian dikelola oleh nadhir menjadi asset wakaf yang dapat dimanfaatkan oleh umat.

“Dari poin yang panjenengan punya, okelah saya tidak punya duit tapi punya poin saya wakafkan poinnya.”jelas Muhammad Nuh.

Muhammad Nuh berharap dengan semakin beragam cara berwakaf akan semakin memudahkan masyarakat untuk berwakaf, sebab wakaf tidak harus dengan jumlah yang besar, bisa dimulai dengan dana yang sedikit.

Dengan demikian, diversifikasi aset wakaf akan semakin memudahkan orang untuk berwakaf, sebab wakaf tidak harus selamanya berbentuk tanah yang dugunakan untuk membangun masjid. “Karena orang yang berwakaf tidak mungkin wakaf tanah 0,5 meter saja kan,” ujarnya lagi.

Pemilihan target sasaran sosialisasi terhadap anak-anak muda berdasarkan riset yang dilakukan BWI. Menurut Muhammad Nuh, berdasarkan survey anak-anak muda merupakan kalangan yang punya tanggungjawab social yang lebih tinggi. Selain itu survey juga menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sebagai orang paling dermawan dibandingkan negara lainnya. Maka bisa dipastikan umumnya anak muda Indonesia punya tanggung jawab yang tinggi dan dermawan.

Baca Juga :  Mari Menjadi Bagian dari Keluarga Besar BincangSyariah.Com

“Sosialisai yang kita prioritaskan adalah anak-anak muda, atau anak kampus. Karena anak-anak muda generazi Z punya social yang lebih tinggi. Karakteristik orang Indonesia adalah orang paling dermawan nomer 1 dibandingkan orang lain. Kalau kita push maka secara umum anak muda punya tanggung jawab social yang tinggi dan anak paling derwaman,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here