Unduh Gratis Buku Saku Fikih Perempuan

1
2817

BincangSyariah.Com – Di dalam Islam, persoalan perempuan merupakan isu penting  untuk selalu dikaji. Di antara beragam isu gender yang menarik ditampilkan adalah peran perempuan di ruang publik. Peran perempuan sangat penting di ranah sosial, dan publik bahkan politik. Dalam sejarah Islam sendiri, banyak perempuan-perempuan yang lahir untuk memberikan dan pengajaran agama seperti Aisyah r.a. dan Sayyidah an-Nafisah yang notabene sebagai guru Imam al-Syafi’i. hingga Rabi’ah al-Adawiyah sebagai sang sufi.

Paradigma diskriminatif terhadap perempuan memang kerap dijargonkan oleh sebagian kalangan untuk memberikan justifikasi dominasi gender terhadap perempuan. Sehingga mereka menganggap perempuan hanya sebatas bekerja di dapur dan mengurus rumah tangga.

Padahal Islam memberikan hak yang sama antara perempuan dan laki-laki.

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 228)

Muhammad al Thâhir bin ‘Asyûr berkata, “Ayat ini seruan, pujian dan sanjungan atas hak-hak wanita.” Dengan demikian, mereka berhak untuk meningkatkan kualitas pribadi dan berjuang di ranah sosial dan ruang publik.

Selain menjamin hak-hak wanita, Islam pun menjaga kaum wanita dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya. Bagai mutiara yang mahal harganya, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang mulia yang harus dijaga. Atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dan agar berikutnya, kaum wanita dapat menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik umat generasi mendatang.

Muhammad Thâhir ‘Asyûr rahimahullah berkata, “Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita. Bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis manusia, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa sebelum yang lainnya, pendidikan yang berorientasi pada akal agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan.

Baca Juga :  Cak Nur dan Modernisasi Pesantren: Refleksi Buku "Bilik-bilik Pesantren" Nurcholish Madjid

Dalam buku saku ini dibahas berbagai aspek tentang perempuan. Seperti permasalahan perempuan bekerja, membaca Alquran tanpa hijab, berhaji perempuan tanpa mahram, dan peran menjadi pejabat publik. Begitupun ada sahabat Ummu Syuraik yang dikenal sebagai seorang perempuan kaya yang memberikan hartanya untuk berjuang di jalan Allah. Maka dengan demikian, tidak benar misalnya jika perempuan diperlakukan dengan tidak adil dalam Islam.

Bagi Anda yang berminat membacanya dalam versi cetak, silakan pesan ke narahubung berikut 085281400252 (Diah). Minimal pemesanan 20 eksemplar.

Bagi Anda yang berminat membaca buku tersebut dalam versi luring (offline), silakan Anda bisa mengunduhnya pada tautan berikut ini: Unduh Gratis Buku Saku Fikih Perempuan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here