Sajikan Kebahagiaan untuk Suami

0
774

BincangSyariah.Com – Pada saat ijab kabul telah selesai, maka saat itu juga seorang wali telah menyerahkan anaknya pada tanggung jawab suaminya. Rumah tangga adalah kehidupan baru bagi pasangan suami istri yang masih hangat-hangatnya masa pernikahan. Mengarungi kehidupan rumah tangga laksana menjadi nahkoda dalam bahtera. Setiap perjalanan bahtera di bentangan lautan tentu menjumpai gelombang dan ombak yang beragam. Layaknya inilah pasangan suami istri harus mampu menghadapi ombak yang menyerang demi menjaga keutuhan dan keharmonisan. Sesungguhnya itulah yang akan menjadikan terujinya ketangguhan, kesetiaan, dan perhatian pasangan.

Kalau seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, dari sahabat Abu Hurairah)

Menjadi istri memang pekerjaan yang mulia walau sebagian orang menganggapnya sangat berat. Menjadi istri yang taat pada suami adalah tantangan utama bagi setiap istri. Zaman seperi sekarang ini, istri tak hanya duduk manis di rumah, namun ia bisa mengeksplor diri dan potensinya untuk karir yang cemerlang di luar sana. Sudah tak ada lagi bias gender. Laki-laki dan perempuan dalam kesetaraan, hanya hal-hal yang bersifat kodrat lah yang tak dapat dipertukarkan. Sehingga perumpamaan bersujud kepada suami, tak lain adalah sebagai bentuk penghormatan, bukan karena merajakan suami dan menghambakan seorang istri. Namun lebih kepada tanggung jawab yang dulu pada Ayah kini diemban oleh suami, maka seorang istri harus menghormati suami selagi ia tidak menjerumuskan ke perbuatan yang keji.

Penulis buku Kebiasaan-Kebiasaan Istri yang Membuat Bahagia Suami Dunia dan Akhirat ini menerangkan bagaimana seorang wanita memulai dari proses persiapan untuk menjadi seorang calon istri, kewajiban-kewajian dasar seorang istri, prinsip menjadi istri yang membahagiakan suami dan keluarga, kebiasaan istri yang menjadikan suami bahagia dan sukses, renungan-renungan para istri, sikap-sikap istri yang dapat menghindarkan dari pertengkaran dengan suami, serta belajar kepada keluarga dan sosok-sosok istri hebat sepanjang zaman.

Baca Juga :  Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain

Sedikit sekali yang menyadari bahwa kehadiran seorang suami adalah rahmat tersendiri bagi istri, begitu pula sebaliknya. Suami adalah jalan bagi istri untuk memperoleh kemuliaan, sebaliknya begitu pula bagi seorang suami. Namun kerap kali kedua insan ini berbenturan dengan perbedaan hingga berujung dijadikannya sebagai suatu masalah. Terkadang hanyalah hal-hal remeh yang memicu terjadinya masalah. Seperti halnya memotong pembicaraan suami atau istri, mudah terpancing emosi, senang merajuk, dan mengikuti selera sendiri. (hlm. 128-130)

Sepasang suami istri adalah dua insan yang saling berbeda dalam kebiasaan, karakter, cara pandang, dll yang kemudian disatukan. Namun perbedaan itu tak lain adalah untuk saling melengkapi satu sama lain. Amirul mukminin, Umar bin Khattab pernah suatu ketika ditanya oleh seorang yang mengadukan perangai istrinya kepada Umar. Sesampainya di kediaman Umar, lelaki itu mendengar suara omelan istri Umar kepada Umar. Umar pun tak sedikitpun membalas omelannya. Saat ditanya mengapa Umar bersikap demikian, ia pun menjawab “Aku menanggung omelannya (dengan sikap diamku) karena hak-hak yang dimilikinya dariku. Istriku memasak makanan dan membuat adonan roti untukku, dia juga mencuci bajuku padahal semua itu bukanlah kewajiban baginya. Selain itu, hatiku pun merasa tenang kepadanya dan (terjauhkan) dari hal-hal yang haram. Itulah yang membuatku (bersikap diam) menanggung omelannya” (hlm. 137)

Tak hanya saling menghargai, rasa bersyukur perlu dipupuk dengan hadirnya suami atau istri dalam kehidupan. Coba kita lihat kehidupan pasangan Imran dan Hana. Sangat manusiawi jika keduanya bersedih karena tidak dikaruniai seorang anak hingga rambut keduanya sudah mulai beruban. Tetapi bagi mereka, kesedihan bukanlah pilihan. Kesedihan hanya semacam kewajaran. Keduanya sama-sama menaruh harapan besar kepada Allah. Belum dihadirkannya seorang anak, bagi mereka adalah semangat untuk terus memacu mereka tetap rajin bersujud.

Baca Juga :  Khilafah Islamiyah: Catatan Kritis dari Aspek Teologis hingga Pendapat Ulama

Melihat berbagai kisah yang memilukan sahabat terdahulu, tak pantas jika kita yang baru diuji dengan sekelumit saja lantas menyerah. Selagi nafas masih dikandung badan, pantang bagi kita untuk berputus asa, nikmat Allah akan diturunkan bagi siapa saja yang selalu berbaik sangka pada-Nya. Belajar dari buku ini akan memperluas cakrawala kita terkait pernikahan dan kehidupan setelah menikah. Karena pernikahan bukanlah hal sepele, kiranya mari menyelam dalam lautan ilmu, semoga kelak bisa menuntun kita ke rumah tangga yang bahagia dan diberkahi oleh Allah Swt.

 

Judul                : Kebiasaan-kebiasaan Istri yg Membuat Suami Bahagia & Sukses Dunia Akhirat

Penulis             : ‘Izzah Qanita Nailiya

Penerbit           : Araska

Tahun              : Februari, 2019

Halaman         : 216 hlm

ISBN               : 978-623-7145-02-8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here