Resensi: Kesejukan Pesan Islam Sehari-Hari Gus Mus

0
181

BincangSyariah.Com – Keseluruhan tulisan dalam buku Pesan Islam Sehari-Hari: Memaknai Kesejukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar ini berbentuk esai, berjumlah 56 tulisan, terbagi menjadi tiga bagian, dengan 16 esai. Jika bisa analogikan, buku ini bisa dibilang sebagai wujud dari Pesan Islam Gus Mus yang menyejukkan. Esai-esai ditulis dalam gaya sederhana yang mudah dimengerti.

Esai pertama yang diberi judul Fenomena Kekuasaan, Kehidupan, dan Politik membahas tentang kehidupan beragama di kampung-kampung pada masa akhir Orde Baru dan awal reformasi. Ada nasihat soal memilih sekolah Taman Kanan-kanak hingga tentang makna kekuasaan. Meski menyampaikan hal-hal berat, Gus Mus menulis dengan bahasa yang ringan.

Yang menarik dari bagian pertama ini adalah Gus Mus menciptakan tokoh-tokoh fiktif, mungkin representasi dari tokoh asli di kehidupan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam esai berjudul Peluang Para Kontestan Pemilu misalnya, ada tokoh bernama Kang Kimin yang menjadi tokoh utama, seseorang yang menjadi rujukan masyarakat dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan.

Bagian kedua, berjudul Perilaku Kiai dan Perilaku Umat. Ada 17 esai dalam bab kedua ini yang membahas tentang Kiai. Mulai dari pembahasan Tablig Akbar dan Pagelaran seni yang pernah digelar oleh Rhoma Irama, Setiawan Djody, Zainuddin M.Z dan WS. Rendra, hingga persoalan pahala memberikan pinjaman dalam esai berjudul Memberi Pinjaman (hal. 219).

Dalam bagian kedua ini, esai berjudul Perempuan dan Kesalehan (hal. 214) adalah yang paling menarik. Ia memaparkan tren di kalangan muslimah yang mencantumkan nukilan ayat 21 dalam surat ar-Ruum dalam undangan pernikahan yang membuat kaum feminis merasa terpojokkan atas dominasi laki-laki dalam terjemahan ayat tersebut.

Pesan Islam Gus Mus dilanjutkan dengan tulisan yang membahas tentang pilihan menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga. Menjelang akhir tulisan, ia menekan satu alinea berikut: wanita muslim, seperti juga pria muslim, mempunyai miqyas, ukuran kepatutannya sendiri sesuai dengan pedoman yang dimilikinya. Ia menghargai pilihan setiap orang—baik Muslimah maupun Muslim—untuk memilih keyakinan seperti apa yang akan dijalani dalam hidupnya.

Baca Juga :  Pengajian Akhlaq al-Muslim Gus Mus Terus Berlanjut, Live di Youtube

Gus Mus mengingatkan pada kita bahwa apa pun pilihan yang diambil, baik menjadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga, Allah Swt sesungguhnya telah mengingatkan kepada kita bahwa bukan pilihan itu yang membuat kedudukan seseorang mulia di hadapan Allah Swt, melainkan ketakwannya. Maka, berbeda pilihan seharusnya tidak menjadi masalah.

Bagian ketiga dengan judul Allah, Nabi, dan Makna Ibadat. Gus Mus membahas hablumminallah dan hablumminannas dalam 23 esai pada bab terakhir, hal yang seharusnya menjadi pijakan utama umat Islam dalam beragama. Puluhan esai ini mengupas lima rukun Islam yakni syahadat, shalat, zakat, puasa, haji hingga konsep kesalehan Gus Mus yang paling terkenal: saleh ritual dan saleh sosial, menjadi kesalehan total.

Gus Mus, nampaknya mengembuskan satu napas serupa dalam tiap tulisannya. Napas tersebut bernama pluralitas, benang merah pesan Islam Gus Mus. Ia juga mengajak pembacanya untuk beramar ma’ruf nahi munkar degan sejuk dan damai, tanpa kekerasan. Ia pun merekatkan tiap tulisan dengan konteks sosio-politik yang ada, sehingga tulisannya adalah gambaran dari fenomena yang terjadi pada zamannya.

Keberagaman tulisan dalam buku ini bersesuaian dengan pengantar buku ini yang berjudul Taman Bunga Perenungan Seorang Kiai, ditulis oleh Mohamad Sobary, seorang budayawan. Gus Mus menunjukkan bahwa dalam tiap kumpulan tulisannya, ada warna-warni persoalan yang dibahas. Di dalamnya, diselipkan pesan-pesan keislaman yang ia refleksikan dari pengalaman pribadi.

Pesan Islam Gus Mus ini akan terus dibaca orang jika kita sebagai pembaca terus membagikan tulisan-tulisannya dengan banyak orang lalu mengembangkan gagasan Gus Mus sebagai tulisan, konten di media sosial, dan mewujudkannya dalam tindak-tanduk keseharian.[]

Judul               : Pesan Islam Sehari-hari

Baca Juga :  Cara Bijak Memahami Kata ‘Alaika pada Doa Gus Mus

Memaknai Kesejukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Penulis            : A. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Penerbit           : Laksana

Cetakan           : Pertama, 2018

Tebal               : 336 halaman

ISBN               : 978-602-407-443-2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here